Perhelatan selama lima hari (20-25 Mei) ke depan dilaksanakan di lapangan Dewa Jalan Dr. Wahidin Pontianak.
Dalam pembukaan turnamen ini dihadiri Perwakilan Yayasan Al Mumtaz, Kepala Sekolah SDIT dan SMPIT Al Mumtaz Pontianak, Ketua Persatuan Orang tua Murid dan Guru (POMG), official sekolah, dan orang tua siswa beserta siswa yang bertanding.
Menurut keterangan ketua panitia penyelenggara, Arief Destariyanto, pelaksanaan lomba ini adalah kelanjutan dari lomba sebelumnya yaitu Al Mumtaz Cup II tahun 2023 silam.
Arif memaparkan bahwa turnamen kali ini diikuti oleh 23 SD dan 19 SMP dengan kategori SD kelas 1-2 sebanyak 19 tim, kelas 3-4 sebanyak 24 tim, dan kelas 5-6 sebanyak 27 tim. Sedangkan tingkat SMP ada 22 tim.
"Mengangkat tema turnamen yaitu mewujudkan tali silaturahmi dan sportivitas yang baik," pungkas Arief.
Sementara itu, dalam kata sambutan dari perwakilan Yayasan Al Mumtaz, Pramono, menyatakan bahwa turnamen ini luar biasa.
Ia salut kepada guru dan orang tua murid yang bekerja sama sehingga bisa lomba terwujud dengan baik.
"Selain karena Al Mumtaz sering juara, maka pihak sekolah dan orang tua akhirnya menyelenggarakan turnamen sendiri," timpalnya.
Pria berbatik motif corak insang itu juga mengajak anak-anak untuk sportif saat bertanding.
Di lain kesempatan, Kepala Sekolah SDIT Al Mumtaz, Eka Irsyamudana, SP. S. Pd, dalam penyampaian kata sambutannya menyatakan bahwa turnamen futsal memiliki banyak tujuannya.
"Tidak sekadar sehat dan menang tapi ukhuwah dapat dibentuk sehingga bisa saling mengenal dan menyapa di turnamen ini. Selain itu bertujuan meningkatkan mutu pemain futsal di Pontianak," tandasnya.
Kiki, orang tua murid sekolah Al Madinah mengungkapkan bahwa sekolahnya baru kali ini berpartisipasi pada lomba bergengsi tersebut.
Kebetulan anaknya, Garendra, baru duduk di kelas satu sekolah dasar dan hobi main bola. Jadi pihak sekolah menunjuknya menjadi bagian dari tim sekolah.
"Persiapannya singkat sekali, hanya sepuluh hari. Selama itu anak-anak harus latihan fisik di lapangan sebanyak tiga kali seminggu sedangkan kami harus menyiapkan pakaian tanding, perlengkapan lainnya dan mental anak-anak," ungkapnya dengan mata berbinar.
Kiki dan orang tua murid lainnya sangat menyambut baik agenda turnamen yang diikuti oleh buah hatinya karena aktivitas anak tidak hanya di depan layar gadget tapi bisa dialihkan ke latihan fisik berupa futsal. (ash/ser)
Editor : Syahriani Siregar