Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Untuk Pertama Kali Pekan Gawai Dayak Gelar Karnaval Air, Kenalkan Tradisi Perahu Tambe dari Kapuas Hulu

Syahriani Siregar • Selasa, 21 Mei 2024 | 16:38 WIB

Peserta karnaval sungai menaiki kapal berkeliling Sungai Kapuas dalam rangka Pekan Gawai Dayak, Senin (20/5).
Peserta karnaval sungai menaiki kapal berkeliling Sungai Kapuas dalam rangka Pekan Gawai Dayak, Senin (20/5).
PONTIANAK - Karnaval Sungai Kapuas menjadi pembeda kegiatan Pekan Gawai Dayak ke-38 tahun 2024 pada Senin (20/5) sore.

Di karnaval sungai ini, turut mengenalkan tradisi perahu tambe dari Kapuas Hulu, sekaligus mengangkat potensi pariwisata susur Sungai Kapuas.

Dua perahu digunakan untuk membawa peserta Pekan Gawai Dayak tahun 2024. Kegiatan susur Sungai Kapuas ini diketahui juga baru kali pertama dilaksanakan.

Taman Alun Kapuas dipilih sebagai start peserta Pekan Gawai Dayak melakukan susur sungai.

Dalam kegiatan susur sungai itu, juga diikuti oleh 52 peserta finalis Bujang Dara. Dari 52 bujang dara itu, terdapat peserta bujang 20 orang dan daranya 32 orang.

Mengenakan pakaian khas adat dayak, para peserta bujang dan dara Pekan Gawai Dayak betul-betul memikat mata.

Dengan paras wajah yang tampan dan cantik, mereka menjadi magnet untuk mempromosikan potensi wisata di Sungai Kapuas ini.

Salah satu yang begitu bersemangat dalam kegiatan susur sungai ini adalah Dara asal Kabupaten Landak, Jesica Wilamanda.

“Saya sangat antusias dalam mengikuti setiap rangkaian Pekan Gawai Dayak tahun ini. Apalagi susur Sungai Kapuas baru tahun ini dilaksanakan. Selain saya, para peserta Bujang Dara Dayak lainnya juga begitu antusias,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Tujuan susur Sungai Kapuas pada pekan Gawai Dayak tahun ini adalah untuk mengenalkan potensi wisata, utamanya di Sungai Kapuas ini.

Ia pribadi memandang Sungai Kapuas memiliki magnet untuk mendatangkan wisatawan dari luar agar mau ke sini.

Apalagi di Sungai Kapuas memiliki banyak budaya dan tradisinya. Seperti cerita tentang puake dan buaya di Sungai Kapuas.

Menurutnya, jika dipromosikan dan dikemas dengan menarik diyakini cerita ini bisa menjadi penarik agar wisatawan bisa berkunjung ke Kalbar.

“Apalagi Sungai Kapuas merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia. Itu sudah menajdi modal daya tariknya,” ujarnya.

Ia pribadi juga sudah tak asing dengan budaya susur sungai. Sebab di Kalimantan Barat, setiap daerahnya memiliki aliran sungai.

Bahkan ketika ia berkunjung kesetiap daerah di Kalbar, tetap ia sempatkan untuk menggunakan transportasi air.

Di situ ia melihat kebiasaan kebudayaan warga setempat khususnya di tepian sungai.

Jio Rival, salah satu panitia Pekan Gawai Dayak menuturkan, susur Sungai Kapuas dalam event ini pertama kali dilaksanakan.

Pihak panitia mengajak para bujang dare untuk ikut serta dalam susur sungai. Terdapat 52 bujang dare, dengan peserta bujang 20 orang dan peserta dare 32 orang.

Mereka menaiki kapal tambe. Ini merupakan tradisi asal Kapuas Hulu.

Selain itu, tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan sekaligus mengangkat tradisi adat dan budaya susur sungai.

Potensi wisata susur Sungai Kapuas ini tambah dia begitu besar.

Diharap dari kegiatan ini dengan menggandeng bujang dare Dayak, mampu mengenalkan wisata susur Sungai Kapuas ini ke mata dunia.

Setelah susur sungai dilanjutkan dengan pawai budaya dengan rute yang telah ditetapkan.

Adapun rutenya mulai dari Taman Alun Kapuas menuju Jalan Tanjungpura kemudian berbelok ke Jalan Juanda.

Dari Jalan Juanda berbelok ke Jalan Patimura menuju Jalan Agus Salim kemudian ke Jalan Gusti Sulunglelanang.

Parade budaya dilanjutkan melintasi Jalan Sultan Abdurahman kemudian menuju Jalan Sutan Syahrir dan berakhir di Rumah Radakng Pontianak. (iza)

Editor : Syahriani Siregar
#pariwisata #sungai kapuas #perahu #pekan gawai dayak