PONTIANAK - KONI Kota Pontianak melakukan pemantauan latihan atlet cabang olahraga golf perwakilan Kota Pontianak yang bakal ikut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, bertempat di Lapangan Tanjungpura Golf Diving Range Untan, Jumat (24/5) malam.
Pemantauan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Training Center itu dilakukan disemua cabor yang lolos PON.
Ketua KONI Kota Pontianak Nanang Setia Budi mengatakan pihaknya melakukan pemantauan latihan atlet cabor golf Pontianak Kalbar untuk persiapan PON Aceh-Sumut.
Untuk atlet golf terdapat satu atlet lolos PON. Dia adalah Erwin. Kebetulan ini jadwal beliau latihan di Golf Diving Range Untan. Kalau ditotalkan terdapat 55 atlet dari 21 cabor berasal dari Pontianak.
“Dari 21 cabor, ini sudah delapan cabor yang kami lihat langsung saat latihan,” kata Nanang.
Mudah-mudahan dengan kunjungan langsung KONI Pontianak melihat para atlet Kota Pontianak TC persiapan PON dapat menjadi semangat tambahan menatap PON yang tinggal empat bulan lagi dihelat.
Iapun berharap untuk cabor golf, bisa berbicara banyak di PON yang dihelat di Kota Medan nanti.
Nanang pribadi optimis jika golf bisa menyumbang raihan medali di PON.
Apalagi untuk jam terbang atlet golf Kalbar sudah tinggi. Sehingga ketika bertanding dengan pegolf nasional, atlet golf Kalbar bisa diperhitungkan.
Apalagi ini masih menyisakan empat bulan jelang PON. Artinya banyak persiapan dilakukan oleh atlet golf Kalbar untuk meningkatkan segala yang dirasa masih kurang.
Dalam pembicaraannya dengan atlet tersebut meminta KONI memperhatikan para pelatihnya. Dijelaskan Nanang bahwa proses Pelatda TC ini dilaksnakana selama empat bulan.
Dari empat bulan ini, alokasi anggarannya ditanggung bersama KONI Kota dan Provinsi Kalbar.
“Dua bulan anggarannya kita (KONI Pontianak) dua bulan lagi ditanggung oleh KONI Kalbar,” ungkapnya.
Di tempat sama atlet golf Kalbar Erwin Teja menuturkan sepulang dari Pra PON Golf, dirinya sudah intensif latihan dengan program-program yang tersusun.
Selain itu, dirinya juga tak ketinggalan ikut serta dalam Liga Golf nasional dimana setiap bulannya selalu dilaksanakan sebulan satu sampai dua kali turnamen.
Tujuannya untuk meningkatkan skill dan menaikkan fighting spirit. Menurutnya fighting spirit mesti terus dijaga.
Termasuk tempat bermain golf, tak bisa hanya di satu tempat. Sebab olahraga golf ini olahraga individu sehingga fighting spritit atlet mesti dijaga.
Untuk kategori ia akan turun di perorangan. Atlet tuan rumah tentu berpotensi meraih medali.
Selain itu, atlet asal Jakarta, Jateng, Jatim dan Banten juga patut diwaspadai. Meski demikian ia tak gentar melawan mereka nanti.
Untuk lapangan golf yang akan dimainkan di Medan juga sudah dicobanya. Sehingga ini menjadi modal dirinya untuk mampu bermain optimal saat PON nanti. (iza)
Editor : A'an