PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson didampingi Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar Windy Prihastari menghadiri Kontes Arowana APPS Cup Feat RDI Tahun 2024 di Pontianak Convention Center (PCC), Sabtu (25/5).
Dalam kesempatan itu, Harisson sekaligus menyerahkan hadiah bagi para pemenang yang menjadi juara pada kontes tersebut.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Harisson mengatakan, di tengah isu yang beredar akan harga ikan hias arwana ini, diharapkan Asosiasi Pengusaha dan Pedagang Siluk (APPS) Indonesia bisa mengambil langkah untuk menjaga kualitas harga ikan arwana.
Menurutnya banyak faktor yang memengaruhi harga ikan yang berjuluk Scleropages Formosus tersebut. Sehingga diperlukan aturan dalam ketataniagaan untuk menjaga harga agar tetap bertahan secara kualitas.
“Saya kira teman-teman dari APPS harus mampu mengatur dalam menjalankan harga nilai jual ikan arwana ini, apalagi faktor lain seperti daya serap pasar sangat mempengaruhi, maka dari itu para pengusaha yang bergelut di bidang ikan arwana ini harus kompak,” pesannya.
Sebagai orang yang pernah menetap di Kabupaten Kapuas Hulu yang merupakan habitat asli ikan hias tersebut, Harisson mengaku tahu betul bagaimana kondisi, dan potensi arwana di daerah.
Di samping jumlah yang semakin sedikit, maka dari itu para pengembangbiak, dan pengusaha harus bisa bekerjasama dalam menjaga kelestarian ikan arwana, khususnya ikan arwana merah (super red).
“Dengan adanya APPS ini setidaknya bisa menjaga dan mengatur bagaimana kualitas harga ikan arwana tetap terjaga dengan baik, dan saya rasa APPS paham itu,” ujarnya.
Disamping itu, Harisson menyebut, budidaya arwana di Kalbar telah memberikan manfaat ekonomi yang cukup signifikan bagi daerah ini. Tidak hanya menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat, tetapi juga meningkatkan pendapatan daerah melalui ekspor ikan hias yang diminati oleh pecinta ikan di seluruh dunia.
“Oleh karena itu, inilah saatnya bagi para petani ikan untuk memilih ikan-ikan yang menakjubkan sebagai ikan arwana yang siap dijual ke pasar lokal maupun luar negeri. Dari sinilah impian para kolektor ikan hias terwujud ketika ikan arwana Kalbar dipamerkan dan memiliki penilaian tersendiri," imbuhnya.
Terakhir, dirinya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kontes tersebut, yang mana bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Terutama para penggemar arwana dalam upaya membudidayakan, dan melestarikan keberadaan arwana khususnya jenis super red yang langka, dan dilindungi.
“Saya berharap melalui kontes ini mampu memfasilitasi, dan mengakomodir antusiasme para penggemar arwana di Kalbar, serta memberikan manfaat yang signifikan bagi daerah ini,” pungkasnya. (bar/r)
Editor : A'an