Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Windy Sosialisasikan Program Inspeksi, Ajak Remaja Putri Rajin Konsumsi Tablet Penambah Darah

A'an • Jumat, 14 Juni 2024 | 11:34 WIB

 

SOSIALISASI: Bunda Genre Kalbar Windy Prihastari saat menyosialisasikan program Inspeksi di SMA Karya, Kabupaten Sekadau, Kamis (13/6).
SOSIALISASI: Bunda Genre Kalbar Windy Prihastari saat menyosialisasikan program Inspeksi di SMA Karya, Kabupaten Sekadau, Kamis (13/6).

SEKADAU - Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Barat Windy Prihastari yang juga Bunda Generasi Berencana (Genre) Kalbar menyosialisasikan program Ingat Selalu Pentingnya Kesehatan Sejak Dini (Inspeksi) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Karya, Kabupaten Sekadau, Kamis (13/6).

Pada kegiatan yang diikuti 600 pemuda-pemudi Kabupaten Sekadau itu, Windy memberikan edukasi tentang salah satu cara pencegahan stunting, dengan rutin meminum tablet tambah darah bagi remaja putri.

Ia menerangkan, dengan rutinnya remaja putri minum tablet tambah darah dan bebas anemia, maka ketika sudah dewasa, dan hamil, yang bersangkutan bisa menjalani kehamilan yang sehat. Sekaligus meminimalisir risiko komplikasi kehamilan. Selain itu, bayi yang dilahirkan kelak juga bisa tumbuh sehat, lahir dengan berat badan ideal, hingga dapat mencegah bayi yang dilahirkan tumbuh dengan masalah gizi atau stunting. 

Seperti diketahui, program Inspeksi ini merupakan inovasi Windy sebagai Bunda Genre Kalbar. Serta menjadi program pertama, dan satu-satunya di Indonesia, dengan melibatkan para pemuda yang tergabung dalam Genre, dalam rangka pencegahan, dan penanggulangan stunting.

"Para siswi harus rutin dan selalu minum obat tablet penambah darah agar tidak mengalami anemia,” ungkap Windy mengingatkan ratusan siswi dalam kesempatan tersebut.

Windy juga mengingatkan bahwa perlu semangat dan dukungan dari semua pihak untuk mengatasi persoalan stunting, serta masalah kekurangan gizi termasuk anemia.

Intervensi melalui sosialisasi dari tingkat sekolah harus dilakukan agar remaja putri Kalbar memahami pentingnya menjaga asupan gizi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. "Kita semua harus terus bergerak untuk memberikan edukasi mencegah anemia pada remaja putri untuk mempersiapkan generasi berkualitas,” jelasnya.

Windy menyampaikan bahwa memang sebaiknya dilakukan upaya pencegahan stunting dari hulu, yaitu dari usia remaja. Dengan terus memperhatikan gizi, serta mencegah para remaja agar tidak menikah muda. Itu semua perlu dilakukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Kalbar yang cerdas dan unggul. Terlebih pada 2045 mendatang Indonesia diprediksi akan menjadi empat negara terbesar di dunia.

Windy pun berharap anak-anak ini di tahun 2045 mendatang bisa menjadi generasi emas, atau generasi yang mampu bersaing dengan pekerja dari luar Kalimantan. Maka dari itu pemerintah Indonesia sudah melakukan persiapan, salah satunya dengan menurunkan angka stunting.

"Untuk menjadi anak cerdas, kesehatan mesti dijaga, konsumsi makanan bergizi, kemudian diperhatikan asupan makanan mulai dari dalam kandungan sampai anak lahir dua tahun," tutupnya. (bar)

 

Editor : A'an
#GenRe #kalbar #Windy prihastari #TP PKK