PONTIANAK - Poltracking Indonesia merelease data survei terbaru untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar (Pilgub) Kalbar. Lembaga Survei pimpinan Hanta Yuda AR ini mengukur elektabilitas bakal calon kepala daerah yang diprediksi bakalan menceburkan diri pada 27 November 2024 mendatang.
Proses survei dilakukan selama satu minggu dari tanggal 13 sampai 19 Mei tahun 2024. Hasilnya terlihat data elektabilitas bakal calon kepala daerah yang bakalan bertarung. Jumlah responden pilihan terlibat berkisar 800 orang.
Baca Juga: Lomba ASN Keren Berahlak Akan Dilanjutkan Tingkat Kalbar
Lembaran hasil survei yang diterima Pontianak Post memperlihatkan Elektabilitas Calon Gubernur Kalimantan Barat unggul dari pasangan lain. Untuk simulasi surat suara calon Gubernur Kalbar memperlihatkan nama Sutarmidji, Gubernur Kalbar 2018-2023 unggul dengan 48,5 persen suara pilihan responden. Nama Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Lasarus juga unggul dengan jumlah respon mencapai 30,7 persen , disusul Ria Norsan, Wagub Kalbar 2018-2023 dengan 8,6 persen. Muda Mahendrawan, mantan Bupati Kubu Raya dengan 7,5 persen responden disusul Hildi Hamid dengan 2,5 persen. Responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab mencapai 2,2 persen.
"Nama Gubernur Kalbar 2018-2023, Sutarmidji atau incumbent unggul sementara berdasarkan survei kami di Pilgub Kalbar 2024. Datanya kami himpun selama seminggu pada bulan Mei kemarin," ucap Masduri Amrawi, Direktur Program Poltracking Indonesia kepada Pontianak Post, Selasa (25/6).
Baca Juga: Midji Wakafkan Tanah dan Bangunan Untuk Pesantren
Pada lembaran sebelumnya, Poltracking Indonesia mensimulasikan 5 nama calon Gubernur Kalbar yang dijawab responden. Jika pilgub dilaksanakan hari ini, siapa yang bapak/ibu/saudara pilih sebagai calon Gubernur Kalimantan Barat ? Responden menjawab nama Sutarmidji sebanyak 47,6 persen, disusul Lasarus 28,6 persen, Ria Norsan dengan 8,5 persen, Muda Mahendrawan 6,8 persen dan terakhir nama Hildy Hamid mantan Bupati Kayong Utara dengan 2,3 persen. Sedangkan responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab sebanyak 6,2 persen.
Poltracking Indonesia juga mengukur elektabilitas calon gubernur Kalbar dengan mensimulasikan 2 nama calon Gubernur. Hasilnya responden menjawab nama Sutarmidji berkisar sebanyak 64,7 persen, sisanya menjawab 16,0 persen untuk nama Ria Norsan. Sedangkan yang menjawab tidak tahu mencapai 19,3 persen.
Lembaran berikutnya elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, dengan utak atik simulasi 2 pasangan. Jika Sutarmidji dipasangkan dengan Ria Norsan, hasil surveinya mencapai 59,9 persen. Sementara Lasarus dipasangkan bersama Muda Mahendrawan mencapai 24,8 persen. Yang menjawab tidak tahu mencapai 15,3 persen.
Simulasi 2 pasangan berbeda, jika Sutarmidji Kembali dipasangkan dengan nama Ria Norsan, hasil responden yang menjawab mencapai 61,3 persen. Sementara Lasarus dipasangkan dengan Rubaiti Erlita hasilnya mencapai 21,3 persen. Sedangkan responden menjawab tidak tahu mencapai 17,4 persen. Utak-atik simulasi 2 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar lainnya dari Poltracking Indonesia yakni jika Sutarmidji berpasangan Ria Norsan hasilnya mencapai 57,6 persen. Sedangkan Lasarus dipasangkan dengan Chairil Effendi hasil surveinya mencapai 23,1 persen. Responden menjawab tidak tahu mencapai 19,3 persen.
Lainnya Poltracking juga mensimulasikan 2 pasangan seperti Sutarmidji-Chairil Effendi dengan 52,5 persen dan Ria Norsan-Rubaiti Erlita sekitar 16,9 persen. Responden menjawab tidak tahu mencapai 30,6 persen.
Selanjutnya poltracking juga mensurvei evaluasi kinerja pemerintah Kalbar khususnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wakil Gubernur Kalbar. Sebanyak 80,7 persen responden, yang menjawab 11,8 ialah sangat puas dan 68,9 persen menjawab cukup puas. Sebanyak 13,7 persen responden, yang menjawab kurang puas berkisar 12,3 persen saja dan 1,4 persen menjawab sangat tidak puas. Sisanya menjawab tidak tahu.
Sementara evaluasi kinerja pemerintah untuk tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kalbar 85,0 persen dengan rincian menjawab sangat puas mencapai 11,1 persen dan cukup puas sekitar 72,9 persen. Sisanya 12 persen saja menjawab tidak puas hanya 10,6 persen dan 1,4 persen menjawab sangat tidak puas. Yang menjawab tidak tahu mencapai 3,0 persen saja.
Arya Budi Direktur Riset Poltracking ada beberapa yang menyebabkan elektabilitas Sutarmidji unggul. Salah satunya adalah petahana. Hasil survei juga memperlihatkan tingkat kepuasan di pemerintahan Sutarmidji di atas 80 persen. "Sebagai petahana, pak Sutarmidji memahami problem warga di Kalbar. Selain berpengalaman di bidang pemerintahan juga memiliki basis pemilih yang menjelaskan elektabilitasnya tinggi," pungkasnya.
Sebelumnya Poltracking Indonesia mensurvei 35 nama calon Gubernur Kalbar, yang merupakan tokoh-tokoh Kalbar dari berbagai latar belakang. Ada tokoh politik, tokoh masyarakat, teknokrat, mantan kepala daerah termasuk mewakili gender Wanita. Dari 35 nama tersebut kemudian disimulasikan Kembali menjadi 12 nama Calon Gubernur Kalbar. Nama-nama semacam Sutarmidji, Lasarus, Karolin Margret Natasa, Ria Norsan, Muda Mahendrawan, Maman Abdurahman, Hildy Hamid, Martin Rantan, Rubaeti Erlita, Daniel Johan, Syarief Abdullah Alkadrie, Yuliansyah ikut bermunculan. Yang menjawab tidak tahu hanya berkisar 2,6 persen saja.(den)
Editor : A'an