STBA Pontianak menggelar pementasan drama bertajuk Twinkle Little Tales: Adventures in the Land of Imagination, Sabtu (29/06/24) di Taman Budaya Jalan A.Yani Pontianak.
Acara ini menghadirkan hiburan yang memikat bertemakan petualangan dan imajinasi anak-anak. Kali ini kampus dengan jurusan sastra Inggris itu mengajak anak-anak dari SMP Bina Bhakti Kubu Raya untuk turut berpartisipasi dalam pertunjukan drama tahunannya.
Empat drama yang ditampilkan adalah The Tale of Five Dancing Princesses, Aladdin, Twisted Fatella, dan The Swan Lake. Keempat cerita ini ditulis dan dimodifikasi mahasiswa/i STBA Pontianak mengadaptasi cerita dongeng yang populer di kalangan anak- anak.
Kolaborasi dilakukan di dalam drama Aladdin dimana tiga orang anak (Christopher, Elly Sabeth dan Elysia Safa Haura Suci) direkrut untuk menjadi pemeran pembantu dan mereka tampak menikmati setiap prosesnya. Ada juga Destin Alvarez yang menceritakan legenda Timun Mas dalam Bahasa Inggris dengan fasihnya.
Tidak hanya itu, pementasan kali ini juga mengikutsertakan anak-anak dari SD Bina Bhakti Kubu Raya (Milka, Rachni, Queen Emily, Queen Angelin, Aurora, Gwen dan Deven) untuk menyanyikan lagu berbahasa Inggris berjudul I Have a Dream yang dipopulerkan oleh Westlife. Untuk acara hiburan didukung pula mahasiswa/i STBA yang memiliki bakat menyanyi (Chrysna Laura) dan bermain gitar (Muhammad Rizky Satria dan Abang Muhammad Fakhry).
Pementasan ini merupakan bagian dari proyek akhir mata kuliah English Drama yang diampu oleh Sistiadinita S.Pd., M.Litt. Kolaborasi antara mahasiswa dan siswa dalam pertunjukan English Drama ini adalah langkah positif demi memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Dengan melibatkan siswa dari tingkat SD dan SMP, anak- anak tidak hanya menjadi penonton, tapi juga sebagai aktor dalam sebuah produksi seni.
Melalui kolaborasi ini, siswa-siswi bisa belajar banyak hal, mulai dari memahami proses kreatif membuat drama, berlatih untuk berbicara dan tampil di depan umum dengan percaya diri, sampai dengan melatih kemampuan bahasa Inggris mereka. Ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berbeda, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk bereksplorasi dengan bakat dan minat di bidang seni pertunjukan.
Walaupun tidak memiliki format lomba, untuk mengapresiasi hasil karya mahasiswa, dilakukan pemilihan Best Category oleh dewan juri yang terdiri atas Best Actor, Best Actress, Best Script- Writer, dan Best Director (Best Team). Best Actor terpilih adalah Zidan Ramdani Dihak yang berperan sebagai pangeran dalam drama The Swan Lake, Best Actress jatuh kepada Fidela Earlene sebagai Jasmine dalam cerita Aladdin. Untuk cerita terbaik dimenangkan oleh The Swan Lake dan tim terbaik diraih oleh drama Aladdin. Semua peserta tampak puas dengan pencapaiannya, terlebih ketika di akhir acara mereka menari bersama dalam sebuah flashmob, menumpahkan kebahagiaan mereka atas kerja keras yang sudah dilakukan selama kurang lebih tiga bulan latihan dengan rutin di sela- sela aktivitas perkuliahan.
Kemeriahan acara tidak hanya terdapat di dalam aula Taman Budaya, untuk pembukaan saja, kegiatan diramaikan oleh pertunjukan barongsai di halaman dan panggung Taman Budaya. Diantara pendukung acara yang membuka gerai di acara ini ialah Nutrifood, Ultrajaya dan Inaco. Sponsor lainnya ialah Yayasan Bina Bhakti, Weng Coffee, Susu Zee, Nia Accessories, Dapoer Kanjeng Mami, Sotong Pangkong Aleng, Wardah dan Snap! Digital Printing.
Bazaar makanan juga menyediakan berbagai jajanan mulai dari risol mayo, mochi, puding sedot hingga kebab. Ada juga gerai Garity Fair, sebuah komunitas relawan baru yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang decluttering, daur ulang, dan donasi barang- barang preloved atau bekas namun layak pakai. Di gerai ini, pengunjung bebas memilih barang yang ingin dibeli dan membayar seikhlasnya. Tidak hanya mengusung sebuah konsep belanja yang unik, komunitas ini juga peduli akan isu kemanusiaan. Disampaikan bahwa hasil penjualan barang- barang mereka akan disalurkan ke Palestina.
Kegiatan tahunan STBA Pontianak ini terbukti tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi mereka, namun juga bisa menjadi sarana kerjasama yang luas bagi banyak komunitas dan usaha lokal mandiri.
Semoga kolaborasi seperti ini bisa terus ditingkatkan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan dan seni pertunjukan di Pontianak. Bagi yang tidak berkesempatan untuk menyaksikan dramanya, dapat langsung berkunjung ke kanal YouTube LPPM STBA Pontianak karena pertunjukannya juga disiarkan secara Live Streaming. (vie)
Editor : A'an