Harisson menyatakan, pihaknya mendukung penuh dalam hal kebijakan yang kelak akan diambil untuk membantu petani milenial. Terutama untuk mengembangkan penjualan hasil tani, demi kesejahteraan para petani tersebut.
"Saya mendukung terobosan yang telah dilakukan oleh petani milenial dalam mengembangkan usaha taninya ke arah yang lebih modern. Pemprov Kalbar melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar kelak akan melakukan pembinaan kepada petani milenial agar lebih terarah," ujarnya.
Selain itu, kehadiran petani milenial juga dapat menumbuhkan semangat bagi anak-anak muda untuk bertani.
Karena saat ini memang sudah sangat sulit ditemukan petani dari kalangan anak muda. "Ini lah salah satu upaya untuk menggerakan lagi agar generasi muda cinta pertanian, dan mau jadi petani," imbuhnya.
Harisson mengatakan, pemprov melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, akan mengarahkan petani milenial untuk menjadi mitra dari Kelompok Tani (Poktan) yang ada. Itu agar dapat meningkatkan pemasaran, dan kesejahteraan para petani.
"Kedepan kami akan arahkan petani milenial ini untuk menjadi mitra Poktan yang ada, terutama dari segi pemasaran agar petani-petani kita dapat sejahtera, meningkatkan produksi hasil pertaniannya, dan menjual hasil taninya di dalam negeri maupun luar negeri," pungkasnya.
Di Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar Florentinus Anum menyampaikan, pihaknya akan melakukan pendataan petani melinial, dan produksi tani yang dihasilkan. Serta akan melakukan Rapat Kerja (Raker) untuk menentukan langkah ke depan.
"Petani milenial akan kami data sebaik mungkin, dan kami akan melakukan rapat-rapat kerja tingkat Provinsi Kalbar untuk menentukan langkah yang tepat ke depannya seperti apa," katanya. (bar/r)
Editor : A'an