Perhelatan O2SN tingkat Provinsi Kalimantan Barat itu, baik O2SN tingkat SMA/SMK, SMP dan SD, Kontingen O2SN Pontianak berhasil menyabet predikat juara umum.
Dua prestasi untuk event terbesar olahraga pelajar di Kalbar ini seperti anomali.
Dari raihan medali O2SN Provinsi Kalbar di tingkat SMA/SMK Pontianak mampu menempati juara umum dengan perolehan total delapan medali, yaitu lima emas, dua perak dan satu perunggu.
Baca Juga: Angka Kemiskinan Ekstrem di Pontianak Nihil
Kemudian untuk O2SN tingkat SMP Kota Pontianak juga mampu meraih juara umum dengan perolehan delapan medali yaitu enam emas, satu perak dan satu medali perunggu.
Sedangkan dikategori O2SN tingkat SD, Pontianak juga meraih hasil mengembirakan dengan raihan sebelas medali, yaitu lima emas, empat perak dan dua perunggu.
Ketiga kategori tersebut, nyatanya Kota Pontianak mampu menjadi juara umumnya.
Berbanding terbalik dengan hasil Popda Kota Pontianak yang tak mampu mempertahankan tradisi juara umum.
Baca Juga: Pengabdian pada Masyarakat Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Pontianak
Hasil itu menimbulkan banyak tanda tanya. Sebab sama-sama diikuti atlet pelajar, namun raihan prestasinya justru anomali.
Diketahui Popda tingkat Kota Pontianak pelaksanaan seleksinya di bawah dinas terkait.
Sebelum masuk kontingen Popda Kota Pontianak, para atlet pelajar ini mesti menjadi yang terbaik dalam seleksi di setiap cabornya.
Setelah kesemua atlet terbaik itu terkumpul, barulah dilakukan pemusatan latihan di masing-masing cabor kontingen Popda Kota Pontianak.
Muncul informasi, dalam pelaksanaan pemusatan latihan, peran dari Dispora Pontianak sebagai penanggung jawab kontingen Popda Kota Pontianak tak optimal dalam pemantauan pemusatan latihan para atletnya.
Untuk salah satu cabor beregu yang dipertandingkan di Popda Kalbar saja, Pantauan Pontianak Post ketika pemusatan latihan, untuk pemberian support tak begitu besar seperti nama besar Pontianak dengan gaung sport tourism-nya.
Betul memang sarana lapangan difasilitasi. Namun untuk mendapatkan prestasi, kebutuhan penunjang atlet juga harus terpenuhi.
Di tahun ini, segala support penunjang untuk kesiapan para atlet Popda Kota Pontianak betul-betul minim.
Beban paling berat justru ada di pelatih. Dengan memikul nama besar Kota Pontianak, cabor yang diampu juga dituntut untuk menjadi juara.
Baca Juga: Hadapi Pilkada Serentak, Mega Perpanjang Masa Jabatan Pengurus, Ganjar dan Ahok Jadi Ketua DPP PDIP
“Kalau pas ada rezeki, anak-anak setiap minggu, kadang saya bawa makan. Itu sebagai bentuk apresiasi atas kerja kerasnya selama latihan. Untuk anggaran, pandai-pandai saya. Kalau uangnya kurang tak jarang pakai uang saya buat nambahkannya,” ucap salah satu pelatih Popda Pontianak.
Sebelumnya PJ Wali Kota Pontianak Ani Sofian dalam pelepasan 77 kontingen Popda Kota Pontianak memberikan semangat dan motivasi pada para atlet itu.
Dirinya menekankan pentingnya disiplin, kegigihan, tanggung jawab dan perjuangan bagi para atlet demi mengharumkan nama sekolah serta Kota Pontianak.
"Dengan penuh disiplin, kegigihan, tanggung jawab dan semangat berjuang, kita optimis Kota Pontianak bisa meraih prestasi yang membanggakan, baik bagi adik-adik pribadi, maupun sekolah dan Kota Pontianak,” katanya.
Baca Juga: Raperda Bank Kalbar, DPRD Segera Jadwalkan Studi Banding ke Bank Daerah Lain
Ani Sofian juga mendorong para atlet untuk mencurahkan segala daya dan upaya mereka demi meraih prestasi yang gemilang.
Tak lupa pula ia berpesan agar para atlet giat berlatih untuk meningkatkan kemampuannya sehingga bisa meraih juara yang diharapkan.
"Kerahkan segala daya dan upaya untuk terus berprestasi, jangan pernah menyerah, tetap fokus dan terus berjuang," tambahnya.
Tak hanya itu, dia juga mengingatkan para atlet agar selalu siap dengan mental, semangat dan fisik yang prima untuk mencapai hasil yang maksimal.
Dengan dorongan dan motivasi yang diberikan, ia berharap para atlet kontingen Kota Pontianak dapat memberikan yang terbaik dalam ajang Popda Provinsi Kalbar dan menjadi kebanggaan bagi Kota Pontianak.
"Siapkan mental, semangat dan fisik yang baik untuk memperoleh hasil yang maksimal. Adik-adik semua adalah harapan Kota Pontianak, jadi tunjukkan potensi terbaik kalian," ucap Ani Sofian menyemangati para atlet.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Rizal menjelaskan, jumlah atlet Kontingen Kota Pontianak sebanyak 77 atlet.
Mereka berlaga di delapan cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Popda Kalbar.
“Delapan cabor tersebut adalah sepak bola, bola volly, bola basket, bulu tangkis, sepak takraw, tenis lapangan, pencak silat dan tinju,” jelasnya. (iza)
Editor : Syahriani Siregar