PONTIANAK - Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai salah satu dari bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai kegiatan berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program PKM yang dilaksanakan pada 12 Juli 2024 oleh Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Fahutan Untan) kepada petani hutan di Desa Agak, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, diharapkan hubungan timbal balik pembelajaran praktik ilmu pengetahuan dan teknologi antara perguruan tinggi dengan masyarakat semakin terjalin, sehingga menjawab kebutuhan masyarakat akan peningkatan keberdayaan desa di sekitar hutan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani di sekitar hutan Desa Agak tentang pengembangan tanaman multiguna dengan sistem agroforestri sebagai solusi teknik pengelolaan lahan.
Sistem ini dapat memberikan manfaat tambahan bagi peningkatan hasil kebun dan menambah keragaman jenis tanaman.
Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan pendidikan dan latihan (Diklat) KHDTK Untan yang merupakan salah satu wilayah hutan tropis dengan keanekaragaman hayati yang didominasi 70% vegetasi hutan rawa sekunder dan 30% vegetasi hutan lahan kering sekunder serta terletak tidak jauh dari pusat Ibu Kota Provinsi Kalbar.
Sosialisasi dan pelatihan diikuti sekitar 36 orang peserta terdiri dari para petani, tokoh masyarakat, tokoh adat, perangkat desa, dan pemuda Desa Agak.
Kegiatan ini melibatkan Tim PKM dari Fakultas Kehutanan Untan yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU, selaku Guru Besar Bidang Manajemen Hutan yang beranggotakan Ir. Erianto, MP, IPU (Bidang Keanekaragaman Hayati), Dr. Hari Prayogo, S.Si, M.Si (Bidang Konservasi), dan Ir. Iswan Dewantara, M.MA, IPU (Bidang Perubahan Iklim) serta didukung oleh beberapa mahasiswa dan staf/tenaga kependidikan Fakultas Kehutanan yang memiliki kompetensi di bidang keanekaragaman hayati dan agroforestri.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan, yaitu: (1) Sosialisasi program pengembangan tanaman multiguna yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU, selaku Guru Besar Bidang Manajemen Hutan.
Dalam sosialisasinya, Gusti menjelaskan tentang konsep, manfaat, dan contoh tanaman multiguna yang cocok ditanam di lahan kering maupun gambut.
Ia juga memberikan contoh sukses dari penerapan tanaman multiguna di beberapa daerah lain di Indonesia.
(2) Pelatihan teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan metode stek, cangkok, okulasi, dan biji yang disampaikan oleh Dr. Hari Prayogo, S.Si, M.Si. Pelatihan ini dibimbing oleh beberapa dosen dan mahasiswa Fakultas Kehutanan.
Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mencoba berbagai teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan.
(3) Penyerahan bantuan berupa 65 bibit unggul tanaman multiguna (mangga, sirsak, nangka, petai, dan jengkol) dari BPDAS Kapuas dan media poster kampanye satwa liar yang dilindungi di Kalbar, dan banner imbauan untuk menjaga hutan dari karhutla serta melindungi kenanekaragaman hayati dari Pengelola KHDTK Untan kepada kelompok petani hutan Desa Agak.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Ir. Erianto, MP, IPU dan Ir. Iswan Dewantara, M.MA, IPU kepada Miswar, A.Md, selaku Kepala Desa Agak. Dalam kesempatan ini, Miswar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim PKM Fakultas Kehutanan Untan karena memberi banyak manfaat dan pengalaman baru bagi masyarakat.
Ia berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat lebih diintensifkan di Desa Agak maupun di desa lainnya yang masyarakatnya bermukim dalam kawasan KHDTK Untan.
Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi local hero dan volunteer untuk menjaga kawasan hutan dari karhutla serta peduli terhadap kelestarian kawasan hutan diklat KHDTK Untan. (*)
Editor : Syahriani Siregar