PONTIANAK - Ketua DPW PKB Kalimantan Barat, Mulyadi Tawik menyinggung kriteria calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang bakalan diusung DPP PKB di Pilgub Kalbar pada November 2024 mendatang.
Salah satunya adalah sosok pasangan kepala daerah, yang sesuai dengan motto partai yakni mampu membangun dan membawa suasana pilgub lebih humanis dan penuh kekeluargaan. Selain itu mampu mendorong mewakili masyarakat dari 14 Kabupaten dan Kota, terutama dalam kue pembangunan.
"PKB Kalbar, sekalipun di DPRD Provinsi memiliki lima kursi 2024-2029, kita (PKB) benar-benar mencari figur pasangan kepala daerah yang mampu mewakili 14 kabupaten dan kota. Baik sebagai calon Gubernur atau Wakil Gubernur," ucapnya kepada wartawan.
Sebagaimana diketahui, hingga saat ini PKB Kalbar belum mengumumkan siapa bakal calon kepala daerah yang akan diusung di Pilgub Kalbar 2024 mendatang.
Sejumlah nama beredar kuat bakalan memakai perahu yang digawangi Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini. Namun PKB Kalbar belum mengumumkannya. "Mungkin the last minute jelang pendaftaran ke KPU Kalbar," ucapnya.
Menurut Mulyadi, PKB berkeinginan bahwa kue pembangunan di Kalbar penuh dengan keadilan. "Kami berkeinginan bahwa calon Gubernur atau Wakil Gubernur juga memikirkan perkembangan provinsi Kapuas Raya sebagai DOB baru. Sebab beberapa kepala daerah sebelumnya hanya janji-janji soal pemekaran. Terlebih luasan wilayah Kalbar memang sudah seharusnya beberapa Waktu lalu ikut dimekarkan.
6 Kabupaten Telah Ditetapkan DPP PKB
Selain itu, Mulyadi Tawik juga menerangkan bahwa dari Pilkada serentak 14 Kabupaten dan Kota termasuk 1 Pilgub di Kalbar, DPP PKB sudah menetapkan 6 kabupaten yang telah diberikan Surat Rekomendasi. Adapun daerah-daerah tersebut diantaranya di Kabupaten Ketapang, PKB sepakat mengusung pasangan Farhan-Leonardus Rantan.
Sementara di Pilkada Sambas, DPP PKB juga telah memberikan rekomendasi kepada pasangan Satono-Heroaldi. Untuk Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa dan Erani. Di Kabupaten Kapuas Hulu jatuhnya surat rekomendasi tersebut kepada Fransiskus Diaan-Sukardi.
"Kabupaten Melawi, DPP PKB merestui pasangan Dadi Sunarya Usfa Yursa-Malin (Dadi-Malin) dan terakhir adalah di Pilkada Kabupaten Kayong Utara, restunya jatuh kepada Effendi Ahmad dan pasangannya," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Mulyadi bahwa surat rekomendasi daerah-daerah yang masih belum klir kemungkinan besar bakalan dikeluarkan pada awal Agustus, minggu pertama. "Paling lambat minggu kedua bulan Agustus 2024," ucapnya.
PKB Kalbar sendiri tidak keberatan jika di Pilkada serentak 2024 mendatang mendorong kader internalnya untuk maju. Hanya saja, Mulyadi tidak membeberkannya terlebih dahulu.
"Untuk kader PKB, saya pikir belum. Hanya bisa saja ada kader terbaik memakai perahu PKB. Atau non kader, yang siap masuk PKB," pungkas dia.(den)
Editor : A'an