Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar mengirimkan 25 penari kolosal yang merupakan hasil seleksi para penari muda Kalbar pada Mei 2024 lalu.
Keberangkatan 25 penari kolosal asal Kalbar ke Istana Negara secara resmi dilepas oleh Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Kalbar yang juga Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar Windy Prihastari di Pendopo Gubernur, Selasa (6/8).
Adapun tarian yang akan dibawakan adalah Tari Rentak Kapuas yang merupakan gambaran semangat masyarakat Kalbar dalam mengarungi kehidupan.
Baca Juga: Harisson Buka Pajak Bertutur 2024, Jelaskan Manfaat Pajak ke Generasi Muda
Tari Rentak Kapuas khusus diciptakan untuk mewakili Kalbar atas binaan Disporapar Kalbar.
Secara filosofis, tarian tersebut memiliki makna, Bak Sungai Kapuas yang mengaliri di seluruh jantung kehidupan, menjadikannya simbol kebersamaan dalam mencapai kemakmuran, dan kesejahteraan.
Tari Rentak Kapuas dalam gerak tarinya bersumber pada gerak tradisi melayu, dan dayak yang telah dikembangkan sehingga tampak lebih menarik, dan dinamis.
Tarian yang menggunakan properti kipas itu, dimaknai sebagai simbol air, dan sungai.
Juga penggambaran dari Ikan Siluk atau Arwana yang merupakan satu diantara ikon Kalbar yang melambangkan kemegahan, dan kesejahteraan.
Baca Juga: Welcoming Dinner Undian Tabungan Simpeda, Bank Kalbar Jamu BPD Se-Indonesia
Selain menampilkan tarian, 25 penari yang dikirim juga mempromosikan produk wastra Kalbar melalui kostum yang mereka gunakan.
Kostum penari dirancang khusus dengan menggunakan kombinasi beberapa wastra Kalbar yaitu Tenun Ikat Sintang, Tenun Corak Insang Pontianak dan Songket Sambas
Usai menyaksikan tarian seremonial yang akan ditampilkan di Istana Negara tersebut, Windy merasa terpukau, dan menilainya sangat bagus.
"Saya berpesan seperti biasa bawa nama Kalbar, jangan membuat, dan bersikap yang tidak baik di sana karena kalian (penari) di sana (Jakarta) atas nama Kalbar. Bukan atas nama pribadi, atas nama sanggar tetapi atas nama Kalbar," pesannya.
Tak hanya itu, Windy mengatakan bahwa para penari ini nantinya akan berada di Jakarta selama sekitar sembilan hari. Dan waktu tersebut menurutnya bukan waktu yang singkat, sehingga harus dijaga agar bisa berjalan sesuai harapan.
"Maka dari itu saya meminta untuk tetap disiplin, dan baju-baju yang kalian gunakan saat ini memang baju yang digunakan saat menari, dan kami persiapkan semaksimal mungkin, sebagus mungkin. Karena kita mau penampilan kita (Kalbar) dilihat dengan komentar-komentar yang positif, sehingga dapat mengharumkan nama Kalbar," ujarnya.
Baca Juga: Bank Kalbar Gelar Welcoming Dinner Undian Simpeda Nasional di Pendopo Gubernur
Windy mengatakan kontingen Penari Kalbar akan berangkat pada 9 Agustus 2024. Untuk selanjutnya melakukan pemusatan latihan bersama, dan gladi bersih di Istana Negara sebelum pelaksanaan kegiatan pada 17 Agustus 2024.
“Alhamdulillah kita sudah mempunyai tarian khusus yang mewakili Kalbar. Sekali lagi selamat, dan sukses, ini adalah awal dari semua. Bukan tidak mungkin setelah orang banyak yang melihat kalian (para penari) di sana ada salah satu dubes yang ingin mengundang kalian (para penari), jadi tampilah sebaik mungkin walaupun kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT, tapi kita wajib berusaha, dan jangan cepat puas dengan pujian-pujian," pungkasnya. (bar/r)
Editor : Syahriani Siregar