KUBU RAYA - Ketua Forum Komunikasi Orang Bugis (FKOB) Provinsi Kalimantan Barat Ardiansyah berharap melalui kegiatan Open Turnamen Sampan Bidar se Kalbar belum lama ini, dapat sebagai wadah pelestarian olahraga sampan tradisional. Diapun ingin ke depan lomba sampan bidar dilaksanakan rutin setiap tahun.
“Jumat kemarin gelaran turnamen sampan bidar se Kalbar kembali kami gelar. Tahun ini dilaksanakan lagi di Desa Punggur Kapuas, Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya,” ujar Ardiansyah.
Kata Anggota DPRD Provinsi Kalbar itu, lomba sampan bidar di sini sudah kali ke empat. Tahun ini pesertanya mencapai 36 tim. Masing-masing tim mempunyai delapan pendayung dan beberapa cadangan.
Dari ke 36 tim ini pesertanya tidak hanya dari Kubu Raya saja. Namun ada juga dari Kabupaten Mempawah dan Sambas. Dia mengapresiasi peserta yang datang dari jauh untuk ikut lomba sampan bidar. “Mereka sampai bawa tiga sampan menggunakan truk. Semangat mereka luar biasa,” katanya.
Dipilihanya Desa Punggur Kapuas sebagai Lokasi lomba sampan bidar karena sungai di sini bersih dan tracknya lurus. Masyarakat di sini juga antusias dengan kegiatan ini.
Sehingga saat pelaksanaan lomba sampan bidar, dihadiri ramai masyarakat. Belum lagi persaingan antara setiap peserta lomba, membuat lomba sampan bidar betul-betul menjadi magnet untuk disaksikan.
Dia melanjutkan sampan bidar ini selain olahraga juga merupakan budaya masyarakat. Sehingga kegiatan ini mesti tetap dilestarikan dan jika ada kesempatan akan dijadikan event tahunan di sini.
Melihat jumlah peserta dan penonton yang ramai, artinya lomba sampan bidar sukses. “Penontonnya juga tidak hanya dari daerah setempat. Namun cukup banyak masyarakat dari desa lain datang untuk menyaksikan lomba sampan bidar ini,” ujarnya.(iza)
Editor : A'an