PONTIANAK - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Perempuan di Bidang Ekonomi yang bertempat di Hotel Alimoer, Kubu Raya, Jumat (9/9).
Kegiatan bertema, “Peningkatan Perempuan yang Mandiri, Kreatif, Inovatif, dan Potensial untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga di Era Digital” ini menghadirkan narasumber di antaranya Resny Chrisviani Denny dari Bidang Produksi di Pusat Layanan Usaha Terpadu Dinas Koperasi Dan UKM Provinsi Kalbar. Resny menyampaikan materi seputar dunia UMKM, mulai dari pengertian UMKM, langkah-langkah dalam memulai usaha hingga trik-trik dalam melihat pasar.
Narasumber lain yakni Hj. Endang Suaida, S.K.M,M.P.H., selaku Sekretaris Bidang Kesehatan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita Provinsi Kalimantan Barat (BKOW) memberikan materi mengenai inovasi produk rumahan dalam menghadapi tantangan pasar. Ia juga memaparkan bagaimana produk-produk rumah hasil dari rumah tangga bisa bersaing dengan produk hasil pabrikan dan inovasi-inovasi yang bisa lakukan agar tetap bertahan.
Selanjutnya, narasumber Mila Famila, S.T., CPM (Personality Development Optimizer) menyampaikan bahwa dalam membangun sebuah usaha, penting dilakukan pemetaan SDM terlebih dahulu, seperti potensi-potensi yang sudah dimiliki agar usaha yang dilakukan lebih mudah dijalankan.
Dr. Herkulana Mekarryani Soeryamasoeka, M.Si., selaku Kepala Dinas PPPA Kalbar dalam sambutannya dan sekaligus juga sebagai salah satu narasumber menyampaikan bahwa ibu-ibu rumah tangga saat ini sudah dimudahkan dalam membantu ekonomi keluarga dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri atau ibu bagi anak-anaknya di rumah.
“Di era serba digital, para perempuan atau ibu rumah tangga bisa membatu ekonomi keluarga cukup dari rumah, tidak perlu berkerja di kantoran atau di luar,” ungkapnya
Herkulana menambahkan bahwa tidak dapat dipungkiri bahwa perempuan saat ini memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan sebagai pencari nafkah dalam keluarganya dalam rangka pemenuhan ekonomi keluarga atau bahkan demi "sesuap nasi”.
Perempuan memiliki peran ganda dalam keluarganya yakni perempuan sebagai istri yang mengembang tugas dan tanggung jawab di ruang domestik, dan perempuan pekerja menjadi tugas tambahannya di ruang publik demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Dengan memanfaatkan media sosial, para ibu rumah tangga bisa menyalurkan hobinya sambil menghasilkan uang. Misalnya dengan membuat video masak lalu di-unggah ke media sosial yang bisa memberikan dampak ekonomi keluarga,” ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan dampak negatif teknologi seperti akses terhadap pornografi di dunia maya sehingga orang tua harus tetap mengawasi dan membina anak-anak dengan benar dan baik.
Kegiatan ini juga diisi dengan Peragaan Kebaya Nasional dalam rangka Peringatan Hari Kebaya Nasional tahun 2024 serta bazar bermacam-macam UMKM anggota dari BKOW Prov Kalbar.(ser)
Editor : A'an