Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harisson Rapat Bersama Presiden di IKN, Ingatkan Program Daerah Agar Sejalan Dengan Pusat

Shando Safela • Selasa, 13 Agustus 2024 | 14:17 WIB

 

Pj Gubernur Harisson bersama gubernur se-Indonesia foto bersama Mendagri Tito Karnavian usai mengikuti rapat bersama di Istana Garuda IKN, Selasa (13/8).
Pj Gubernur Harisson bersama gubernur se-Indonesia foto bersama Mendagri Tito Karnavian usai mengikuti rapat bersama di Istana Garuda IKN, Selasa (13/8).

PENAJAM-Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengundang para gubernur se-Indonesia untuk menghadiri rapat di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (13/8). Di mana sehari sebelumnya juga telah berlangsung Sidang Kabinet pertama di IKN yang dihadiri oleh seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson yang turut menghadiri pertemuan tersebut menyampaikan, dalam kesempatan itu Presiden Jokowi memberikan sejumlah arahan kepada seluruh kepala daerah yang hadir. Salah satunya, kata dia, gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, diminta benar-benar mengawal, dan memonitor agar para bupati, dan wali kota bisa menjalankan program kegiatan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.

"Demikian antara lain arahan presiden kepada gubernur se-Indonesia yang disampaikan pada rapat presiden, dan gubernur di Istana Garuda (ruang kerja presiden) IKN. Arahan tersebut disampaikan setelah sebelumnya presiden juga menyampaikan arahan kepada gubernur, bupati, wali kota se-Indonesia di Istana Negara, IKN," ungkap Harisson.

Harisson menceritakan, sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sempat mengajak gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia untuk berkeliling melihat pembangunan IKN. Dalam kesempatan itu, Menteri PUPR yang juga Plt Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan tentang Indeks Kualitas Udara (AQI) di IKN dengan nilai AQI 6. Yang artinya kualitas udara di sana sangat baik.

"Di IKN AQI 6, karena masih ada menggunakan kendaraan dengan energi BBM, kalau nanti semua sudah menggunakan (kendaraan) listrik, maka nilainya akan turun lagi (lebih bagus). Di Singapura saja AQI-nya 53, kota-kota di Pulau Jawa yang lalu lintasnya sudah macet nilai (AQI) lebih dari 100, seperti Jakarta itu 199-200-an," jelasnya.

Seperti diketahui, semakin tinggi nilai AQI, semakin tinggi pula tingkat polusi udara, dan semakin besar masalah kesehatannya. "Itu (AQI yang tinggi) menyebabkan antara lain tingginya (kasus) ISPA, untuk Jabodetabek pengeluaran untuk pembiayaan kesehatan karena ISPA menurut Menkes sekitar Rp10 triliun dalam satu tahun. Pembangunan IKN ini kan mengusung tema, estetik, hijau, dan berkelanjutan, dengan AQI kurang dari 6, maka udaranya (di IKN) jauh lebih sehat," pungkasnya.(bar)

Editor : Shando Safela
#Harisson Azroi #IKN #nusantara