Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak.
Rakor yang dilaksanakan di Hotel Golden Tulip, Pontianak, ini diikuti oleh puluhan organisasi perempuan dari berbagai latar belakang di Kota Pontianak.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Pontianak, Ridwan menekankan pentingnya peran perempuan dalam pemilu, tidak hanya sebagai pemilih tetapi juga sebagai pengawas partisipatif.
"Keterlibatan perempuan dalam proses pemilu sangat krusial. Melalui Rakor ini, kami berharap perempuan dapat lebih aktif dan berperan dalam mengawasi jalannya pemilu, sehingga tercipta pemilu yang bersih, jujur, dan adil," kata Ridwan, saat memberikan sambutan Rakor Pengawasan penyelenggaraan pemilihan partisipatif tahun 2024 pada Jumat (23/8) di Hotel Golden Tulip Pontianak.
Dia menambahkan Rakor tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kota Pontianak meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi, khususnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada tahun 2024.
Dengan menggandeng organisasi perempuan, Bawaslu Pontianak lanjutnya berharap dapat menggerakkan basis perempuan untuk turut serta dalam mengawasi setiap tahapan pemilu dan memastikan bahwa prosesnya berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Rakor ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai strategi dan langkah konkret yang dapat diambil oleh organisasi perempuan dalam mengawal proses pemilu, mulai dari pengawasan di TPS hingga pelaporan pelanggaran.
Bawaslu juga memberikan panduan dan informasi terkait mekanisme pengawasan partisipatif yang dapat diikuti oleh masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, Bawaslu Kota Pontianak berharap tingkat partisipasi perempuan dalam Pilkada 2024 akan meningkat signifikan, serta dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan pemilu yang lebih inklusif dan representatif.
"Kami yakin, dengan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya perempuan, Pilkada 2024 di Kalimantan Barat akan berlangsung lebih demokratis dan sesuai dengan harapan kita semua," tutup Ridwan.
Di sisi lain, para peserta Rakor yang terdiri dari berbagai organisasi perempuan menyambut baik inisiatif Bawaslu ini.
Salah satu peserta Rakor pengawasan penyelenggaraan pemilihan partisipatif, perwakilan dari Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK), Kusmalina menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu, serta berkomitmen untuk mengedukasi anggota dan komunitas mereka tentang pentingnya partisipasi dalam pemilu.
"Kami siap menjadi bagian dari perubahan, dan akan bekerja sama dengan Bawaslu untuk memastikan hak-hak perempuan dalam pemilu terpenuhi," ucap Kusmalina.
Kusmalina pun berharap kegiatan Rakor tersebut akan berlanjut dengan berbagai kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengawasan pemilu di tingkat masyarakat, sebagai bagian dari komitmen Bawaslu untuk mengawal demokrasi di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak. (ash)
Editor : Syahriani Siregar