Dalam kesempatan itu, Penjabat (Pj) Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari dan Ketua PMI Kalbar, Lismaryani turun langsung mengunjungi rumah duka dan juga lokasi terjadinya kebakaran.
Seperti diketahui, kebakaran hebat yang terjadi pada Kamis (22/8) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari telah menghanguskan satu rumah yang ditinggali tiga Kepala Keluarga (KK).
Dari 12 orang yang tinggal di rumah tersebut, enam orang selamat.
Sementara satu orang harus dirawat intensif dan lima lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Release 13 Surat Dukungan Parpol, di Pilgub dan Pilbup Mempawah PKB Masih Lakukan Penjajakan
Pj Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa para korban.
Selain hadir untuk takziah, ia mengatakan, TP-PKK dan PMI Kalbar juga memberikan bantuan serta santunan kepada korban dan keluarga.
Dari TP-PKK Kalbar sendiri, uang santunan yang diberikan sebesar Rp20 juta, serta paket bahan-bahan kebutuhan pokok.
“Kami tadi (sebelumnya) juga ke RSUD Soedarso melihat (satu) korban (selamat) yang akan segera dioperasi (akibat luka bakar). Kemudian kami ke rumah duka dan lokasi kebakaran ini untuk melihat kondisi yang sebenarnya. Semoga korban dilancarkan operasinya dan segera diberikan kesembuhan, serta keluarga diberikan kekuatan untuk tabah menerima cobaan ini,” ungkap Windy.
Hal serupa juga disampaikan Ketua PMI Kalbar Lismaryani.
Baca Juga: Tiga Hari Disiksa Ibu Tiri Hingga Tak Diberi Makan, Nyawa Nizam Tak Tertolong
Ia mengaku mendapat informasi terjadinya musibah kebakaran tersebut pada pukul 02.15 dini hari.
Informasi diperolehnya dengan cepat karena kebetulan rumah kakak kandungnya berada tak jauh dari lokasi.
“Kami tentu merasa iba karena ada korban jiwa hingga lima orang satu keluarga. Anak dua dan ibunya (meninggal). Sekarang ayahnya lagi dirawat di RSUD Soedarso dalam kondisi (luka bakar) 45 persen. Kami doakan semoga orang tuanya (ayah) cepat sembuh dan selamat, karena anaknya masih ada dua di pesantren yang cowok dan cewek. (Dua) yang meninggal ini yang kecil anak Pak Alex,” ujarnya.
Menurut Lismaryani, ia bersama Pj Ketua TP-PKK Kalbar juga sudah menjenguk korban selamat yang dirawat di RSUD Soedarso.
Korban atas nama Syarif Alex Almuthahar itu merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai kasi di Kantor Camat, Pontianak Timur.
Akibat musibah kebakaran ini, Alex harus kehilangan istri dan dua anaknya.
“Saya sangat iba sekali melihat kejadian ini. Kami dari PMI memberikan (bantuan) bahan pokok untuk korban. Insyaallah nanti kami akan tambah lagi. Kami di PMI masih ada bantuan. Kami tambah bahan pokok, alat mandi, dan mungkin kalau ada rezeki lagi dari PMI bisa dibelikan kasur," katanya.
Dari informasi yang ia terima di lokasi kejadian, penyebab kebakaran tersebut memang belum bisa dipastikan.
Hanya saja, ada dugaan itu terjadi akibat korsleting listrik dari handphone (HP) yang sedang di-charge.
“Kita belum tahu asal apinya dari mana. Ada yang mendengar dari charge HP, korsleting. Ini pelajaran untuk kita kalau charge HP harus hati-hati. Kalau mau tidur, HP dimatikan, charge dimatikan. Insyaallah dua tiga hari lagi saya akan berkunjung lagi ke sini,” pungkasnya. (bar)
Editor : Syahriani Siregar