PONTIANAK - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengingatkan para pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk menghindari permainan judi online.
Dalam pengawasannya, dia minta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSPDM) melakukan pemantauan pada semua pegawai di organisasi perangkat daerah.
“Judi online itu sudah masuk ke tataran pemerintah, saya tak tahu kalau di Pemkot, apakah ada temuan apa tidak. Jika kenyataan banyak ditemukan ASN atau PPPK bermain judol, saya rasa ini harus ditindak. Sebab judol ini akan mempengaruhi kinerja baik itu ASN dan PPPK,” ungkap Satarudin kepada Pontianak Post, Senin (26/8).
BKPSDM, kata dia, pasti memiliki data kedisiplinan ASN dan PPPK. Cara melacaknya bisa dengan absensi para ASN dan PPPK ini. Jika sering tak masuk atau tiba-tiba hilang dari jam kantor, dimintanya untuk dilakukan pengecekan lebih dalam. Apa alasan para ASN atau PPPK ini sampai bolos atau tiba-tiba hilang saat jam kerja kantor.
Satar melanjutkan, judol menimbulkan dampak negatif yang bermacam. Salah satunya membuat mereka malas bekerja. Penyebabnya bisa karena uang gaji dan tunjangan sudah habis karena judol, sehingga mereka mencari cara lain untuk mencari tambahan penghasilan.
Menurutnya, judol ini memang indah bagi para pemula. Sebab saat diawal-awal mereka akan diberi kemenangan demi kemenangan. Jika sudah masuk dalam perangkap judol, maka si pemain akan ketagihan. Jika sudah nagih maka pikirannya ingin menenangkan setiap judol yang dimainkan.
“Yang dilawan inikan mesin komputer, pastinya mereka akan memainkan algoritma. Ketika pemain judol ketagihan, mereka sudah tak pakai logika. Pikirannya harus menang untuk mengemabilkan uang yang sudah banyak habis itu,” ungkapnya.
Diketahui, judol ini sudah membuat banyak kerugian bagi Indonesia. Termasuk Kota Pontianak, berbagai kalangan pasti pernah memainkan judol ini. Oleh sebab itu, iapun minta BKPSDM melakukan pengecekan ASN dan PPPK nya. Tujuannya untuk mencegah agar mereka terhindar dari judol ini.
Sebab jika sudah kecanduan judol, mereka tak akan lagi konsentrasi bekerja. Mau di bidang apapun pastinya. “Makanya saya minta cek semua OPD untuk fenomena judol ini. Penyisirannya bisa dimulai dari rekam jejak absensinya. Jika malas-malasan bisa saja salah satu efeknya karena kecanduan judol ini,” tegasnya.(iza)
Editor : Miftahul Khair