PONTIANAK - Calon Wali Kota Pontianak Mulyadi memaparkan beberapa program yang bakal dilakukan ketika terpilih sebagai Wali Kota Pontianak bersama wakilnya Harti Hartidjah. Mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah, penambahan insentif RT, program padat karya hingga menyediakan ruang seni bagi generasi muda. Demikian dikatakannya saat rapat konsolidasi pemenangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak Partai Golkar, Selasa (27/8) malam.
"Kami ingin membuat Kota Pontianak sebagai kota medan magnet. Artinya kota ini bisa menarik siapapun yang lewat untuk singgah, sehingga ada perputaran PAD masuk ke sini. Ini yang akan kita wujudkan," kata Mulyadi.
Menurutnya dalam upaya mewujudkan itu, perlu penataan kawasan yang menjadi magnet bagi pendatang saat ke Pontianak. Saat ini Pontianak sudah memiliki potensi dasar. Yaitu keberadaan Sungai Kapuas. Potensi alam ini mesti dimanfaatkan dengan banyak kegiatan festival budaya.
Kemudian lanjutnya, Kota Pontianak belum memiliki tempat konser musik yang representatif. Untuk lokasi saat ini kebanyakan digelar di depan Kantor Wali Kota Pontianak atau halaman hotel. Alhasil banyak konser justru pindah ke kabupaten tetangga sehingga pemasukan dari PAD pun menguap.
PCC kata dia bisa digunakan sebagai lokasi konser. Ini harus dibuat sebagus mungkin agar ke depan disana bisa digelar konser-konser berskala nasional. "Kalau untuk saat ini PCC hanya digunakan untuk tempat resepsi pernikahan saja. Ini akan di tata sehingga ke depan bisa digunakan untuk konser," katanya.
Kemudian lanjutnya disetiap kecamatan juga akan dibuat tempat ruang seni. Dengan begitu para remaja dapat menuangkan beragam kreativitasnya dalam berbagai bentuk kesenian. Selain tujuannya mengekspersikan seni, ini juga bisa menangkal terjadinya berbagai kenakalan remaja yang marak akhir-akhir ini. "Ide ini sebenarnya sudah pernah saya rancang saat menjadi Kepala Dinas Pendidikan beberapa tahun lalu," ujar mantan Sekda Kota Pontianak itu.
Dia melanjutkan soal pembersihan saluran parit ke depan aloksi anggarannya jangan lagi masuk di PU dan Perkim. Ini bisa dialokasikan untuk kegiatan padat karya dengan anggarannya diletakkan di kelurahan atau kecamatan. Tujuannya untuk mempercepat dan memotong birokrasi yang dianggap selama ini masih berjalan lamban.
Kemudian alokasi anggaran buat kepengurusan RT akan dibesarkan. Sama juga dengan anggaran posyandu dalam upaya penurunan stunting di Pontianak.
Pada kesempatan itu dia juga menekankan peran wanita tak lepas dari kemajuan kota ini. Oleh sebab itu wakilnya akan fokus pada program-program pemberdayaan perempuan.(iza)
Editor : A'an