Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Malam Ramah Tamah Indonesia-Malaysia, Dorong Izin Kendaraan Masuk ke Kalbar Dipermudah

A'an • Rabu, 4 September 2024 | 16:05 WIB
BERSAMA: Pj Sekda Kalbar Mohammad Bari dan Menteri Pengangkutan Sarawak Dato
BERSAMA: Pj Sekda Kalbar Mohammad Bari dan Menteri Pengangkutan Sarawak Dato

PONTIANAK - Pj Sekda Kalimantan Barat Mohammad Bari mewakili Pj Gubernur Kalbar menghadiri Malam Ramah Tamah Jalinan Persahabatan Indonesia-Malaysia yang digelar di Hotel Mercure, Senin (2/9) malam. Dimana acara tersebut turut dihadiri Menteri Pengangkutan Sarawak, Malaysia, Dato' Sri Lee Kim Shin.

Dalam kesempatan itu, Bari menyampaikan apresiasi kepada Konsulat Malaysia di Pontianak, karena sebagai negara yang berbatasan darat langsung, hubungan Indonesia-Malaysia khususnya Kalbar-Sarawak selama ini terjalin begitu harmonis.

Bari mengatakan, wilayah Kalbar memang memiliki keunikan tersendiri. Itu karena di Kalbar terdapat lima Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yakni di Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Kapuas Hulu, dan Sintang. Dimana hingga saat ini, Kalbar menjadi salah satu provinsi yang memiliki konsep perlintasan kendaraan antarnegara melewati PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau dan Aruk, Kabupaten Sambas.

"Kita bisa menilai bahwa, kedatangan Menteri Pengangkutan Sarawak Dato Sri Lee Kim Shin ke Pontianak dan Singkawang, menunjukkan keseriusan Sarawak untuk merancang konsep transportasi lintas batas dari dan ke Kalbar-Sarawak," katanya.

Sejak diluncurkannya layanan operasional Damri Singkawang-Kuching pada 1 Desember 2023 lalu, Bari menyebutkan, masyarakat kedua negara telah memiliki opsi baru transportasi lintas batas, selain dari Entikong-Tebedu. Untuk itu, ia berharap kerja sama di bidang perhubungan atau transportasi antara Kalbar dan Sarawak dapat semakin baik di masa mendatang.

Bari juga berharap, ada kemudahan bagi pelintas batas yang menggunakan kendaraan pribadi untuk masuk ke Kalbar. Sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata di kedua negara.

"Semoga pertemuan ini menjadi momentum yang baik untuk terus melakukan langkah-langkah konkret dalam rangka meningkatkan kerjasama pembangunan di bidang transportasi antara dua negara, Malaysia dan Indonesia, secara komprehensif, terpadu, dan terintegrasi," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pengangkutan Sarawak Dato' Sri Lee Kim Shin mengungkapkan, pertemuan tersebut juga bertujuan menjaga dan mempererat hubungan antara Provinsi Kalbar dengan Malaysia.

"Kami telah berbincang kaidah bagaimana Kalimantan khususnya dan Indonesia umumnya bekerjasama dengan Malaysia, lebih mendekatkan hubungan agar lebih mesra, dan kerjasama ini harus ditingkatkan dari berbagai bidang," ujarnya. (bar/r)

Editor : A'an
#ramah tamah #kalbar #indonesia-malaysia #perbatasan negara