Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Muhammad Rizka Wahab: Tetap Jaga Netralitas ASN di Kalbar

A'an • Rabu, 11 September 2024 | 13:34 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat, Muhammad Rizka Wahab.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat, Muhammad Rizka Wahab.

PONTIANAK - Anggota DPRD Kalbar dari PKB, Muhammad Rizka Wahab mengajak seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Barat menyambut gembira tahun politik, yang beberapa waktu ke depan bakalan menghadapi pesta demokrasi Pilkada Serentak 2024.

Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) wajib bersikap netral.

"Netralitas itu memiliki prinsip tak berpihak, bebas dari pengaruh dan imparsial. Jika ASN tidak netral, maka pelayanan publik akan terhambat karena kinerja ASN tidak profesional. Ketidaknetralan ASN akan sangat merugikan negara, pemerintah dan masyarakat. Sehingga target pemerintah baik di tingkat lokal maupun di tingkat nasional tidak akan tercapai dengan baik”, ucapnya.

Dia menyebutkan bahwa dalam UU No 20 Tahun 2023 Pasal 9 ayat 2 menekankan bahwa pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Netralitas yang dimaksud tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan lain di luar kepentingan bangsa dan negara, termasuk kepentingan politik.

ASN memang memiliki hak pilih dan tidak boleh golput. Namun suaranya hanya dapat diberikan di bilik suara. Tidak di media dan kanal lainnya. "Termasuk juga berhati-hati dalam menggunakan media sosial terutama dalam pilkada saat ini," ucap dia.

Dia pun meminta semua bijak dalam bermedia sosial dan memberikan komentar, terkait Pilkada serentak 2024. "Jangan menyebarkan berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Bersikap bijak dan menjadi pendamai jika terjadi ketegangan dalam masyarakat," ajaknya.

Disisi lain, dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Barat menyambut gembira Pilkada serentak 2024 ini. "Ini kan hanya pesta politik pilkada serentak 2024. Seyogyanya masyarakat tetap kritis terhadap pelaksanaan pemilu supaya berkualitas dan legitimate dalam mekanisme pengelolaan atau pergantian kekuasaan. Hanya saja, perbedaan sikap atau pilihan politik masyarakat harus tetap dihargai," tambah dia.

"Memasuki tahun Politik mari kita tetap jaga suasana damai, sejuk dan tenang. Perbedaan memang sebuah keniscayaan. Namun jangan membuat perbedaan menjadi kerenggangan antara kita," sambungnya.

Dia mengatakan bahwa kekondusifan yang terjaga selama ini, khususnya di Kalbar harus benar benar dijaga. Jangan sampai akibat perbedaan pilihan, kekondusifan justru ternodai. "Kalbar yang rugi. Ingat berbeda pilihan politik tidak harus menyebabkan pecah belah diantara kita," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya masyarakat biasanya memiliki beda pilihan. Namun jangan sampai menjadi perpecahan. Sebab pemilu pilkada berlangsung hanya 5 tahun sekali.

"Jangan sampai akibat perbedaan pilihan, justru membuat kita bermusuhan. Saya ajak masyarakat mengikuti proses pemilu dengan riang gembira dan tidak ada dendam apalagi saling ejek hanya karena beda pilihan," pungkas dia.(den)

Editor : A'an
#kalbar #asn #pilkada #netralitas