PONTIANAK – Sekretaris Pemerintah Kota Pontianak Amirullah melihat langsung para atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) yang bermain di wilayah Aceh, Selasa (10/9) pagi.
Selain memantau atlet asal Kota Pontianak, dia juga memandang event olahraga terbesar nasional ini tidak hanya memajukan olahraga, tetapi juga meningkatkan perekonomian.
"Saya menyaksikan langsung pembukaan PON di Aceh. Saya juga melihat pertandingan panjat tebing, di mana atlet asal Pontianak yang tempo lalu mewakili Olimpiade Paris Veddriq Leonardo bertanding. Di sini saya juga ditugaskan Pak Wali untuk melihat venue pertandingannya," ujarnya.
Memang semua sarana prasarananya standar dan patut menjadi acuan untuk bisa diaplikasikan di Kota Pontianak. Kata Amirullah memang bukan suatu yang mustahil untuk mewujudkan pembangunan venue olahraga seperti ini. Tetapi untuk mewujudkannya butuh kerja bersama.
"Event PON ini kerja besar. Jika Pontianak mau memulainya banyak yang mesti disiapkan dari sekarang," ujarnya.
Sebab jika ingin menjadi tuan rumah tugas ini bukan hanya dilakukan oleh Kota Pontianak saja. Melainkan semua daerah karena membawa nama Kalbar. Tetapi pastinya jika keinginan Provinsi Kalbar mengambil tuan rumah PON kuat, maka Pontianak juga ikut berkontribusi dalam pelaksanaan PON ini. Minimal menyiapkan beberapa venue berstandar internasional.
Pastinya membutuhkan biaya besar dan tidak bisa dilakukan sekaligus. Amirullah melihat beberapa cabor memang menjadi andalan Kota Pontianak. Seperti panjat tebing, angkat besi dan atletik. Oleh sebab itu Pemkot juga memiliki kewenangan untuk memajukan olahraga.
Dalam upaya itu pembinaan atlet juga perlu dilakukan mulai dari usia dini. Jika perlu dari tingkat PAUD dan seterusnya.
"Sekembali saya dari sini pastinya akan saya laporkan langsung dengan PJ Wali Kota. Keinginan kami untuk membuat satu venue yang bagus pasti ada untuk menuju prestasi olahraga nasional," ujarnya.(iza)
Editor : A'an