PONTIANAK - Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dinilai memiliki potensi pariwisata yang besar dengan kekayaan alam, budaya, dan keberagaman suku yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tak heran jika Kalbar mulai dilirik menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan nusantara (wisnus).
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy Prihastari mengungkapkan, berbagai Langkah strategis telah diambil oleh pemerintah provinsi (pemprov) guna menggenjot angka kunjungan wisatawan ke Kalbar.
Dimulai sejak Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu, pihaknya menginisiasi kampanye dengan hashtag #WisataDiKalbarJak, yang masih terus digaungkan hingga saat ini. “Sampai dengan (Kalbar) menjadi tuan rumah berbagai event skala nasional, maupun internasional,” ungkapnya.
Hasil dari strategi yang telah diimplementasikan tersebut, lanjut dia, hingga Juli 2024, Kalbar telah mencatat jumlah kunjungan wisnus sebanyak 4.714.069 kunjungan. Angka tersebut telah melewati total kunjungan tahun 2023 (Januari-Desember 2023) sebanyak 4.359.110 kunjungan.
“Angka yang impresif atau sangat baik ini menunjukkan bahwa Kalbar optimis di akhir tahun 2024, pariwisata Kalbar dapat bertumbuh menyentuh angka enam juta kunjungan wisnus,” harapnya.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Kalbar periode Januari hingga Juli 2024. Tercatat dalam data tersebut jumlah wisnus yang mengunjungi Provinsi Kalbar meningkat pesat. Pada periode Januari-Juli 2024 secara total wisnus ke Kalbar mencapai 4.714.069 kunjungan.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 77,42 persen atau 2.057.078 kunjungan wisnus jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pada periode Januari hingga Juli 2023 lalu, tercatat kunjungan wisnus ke Kalbar sebesar 2.656.991 wisatawan. Hasil data tersebut menunjukkan Kalbar menjadi salah satu tujuan pariwisata yang memiliki potensi luar biasa.
Pertumbuhan kunjungan wisnus yang signifikan itu tidak terlepas dari berbagai upaya maksimal yang telah dilakukan Disporapar Kalbar. Berbagai inovasi dihadirkan instansi ini dalam upaya mendongkrak kunjungan wisatawan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan Disporapar Kalbar yakni menghadirkan inovasi untuk mendukung pemasaran pariwisata Kalbar secara digital. Lewat produk dari Electronic Tourism Information Center (eTIC), disajikan informasi terkait destinasi wisata se-Kalbar, dan bisa diakses melalui smartphone.
Dengan inovasi eTIC tersebut diharapkan dapat mempercepat penyebaran informasi kalender event pariwisata, digitalisasi kalender event pariwisata dan informasi pariwisata Kalbar sehingga mempermudah para wisatawan saat mengunjungi Kalbar.
Di samping itu, Disporapar Kalbar juga menginisiasi gelaran pra Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Windy bersama tim bahkan turun langsung melakukan upaya jemput bola mengunjungi desa wisata unggulan di tiap daerah se-Kalbar. Keseriusan Disporapar Kalbar melakukan pembinaan terhadap desa-desa wisata bahkan telah membuahkan hasil positif. Desa Wisata Cipta Karya di Kabupaten Bengkayang, Kalbar ditetapkan sebagai desa wisata terfavorit dalam ajang ADWI 2023.
Tidak hanya itu, desa wisata asal Kalbar lainnya yakni Desa Jeruju Besar juga sukses meraih juara harapan empat untuk kategori desa rintisan. Tak sampai di situ, Disporapar Kalbar juga selalu berkoordinasi dengan Kemenparekraf dalam upaya mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.
Bahkan Menparekraf Sandiaga Uno sendiri cukup sering mengunjungi Kalbar. Kunjungan Menparekraf tersebut dinilai berdampak pada dunia pariwisata di Kalbar. Tempat-tempat wisata di daerah ini jadi semakin dikenal di Kemenparekraf, juga sebagai upaya promosi wisata secara lebih luas lagi.(bar/r)
Editor : A'an