PONTIANAK – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar menjelaskan hingga 20 September 2024 wilayah Kalbar masih dominan panas. Jika hujan belum turun, maka cuaca semakin terasa panas pada momen kulminasi.
Kota Pontianak kembali akan menyaksikan fenomena alam yang menakjubkan, yaitu kulminasi matahari. Waktu kulminasi utama akan terjadi pada 22 September 2024 pukul 11:35:18 WIB.
Kulminasi terjadi ketika matahari tepat berada di atas kepala. Pada saat kulminasi matahari berada tepat di atas zenit, akibatnya bayang benda tegak akan terlihat menghilang sekitar 30 detik sebelum dan sesudah puncak kulminasi. Maka itu, hari kulminasi utama disebut dengan hari tanpa bayangan.
Fenomena ini adalah momen menarik ketika matahari tepat berada di titik zenith, atau tepat di atas kepala kita, mengakibatkan bayangan benda menjadi sangat kecil atau bahkan menghilang sama sekali.
Kulminasi utama ini terjadi dua kali dalam setahun, saat matahari berada di garis khatulistiwa.
Hari tanpa bayangan, atau kulminasi, terjadi ketika matahari berada di posisi paling tinggi di langit, tepat di atas kepala. Dalam kondisi ini, bayangan benda seperti tongkat atau tiang akan menjadi sangat pendek atau bahkan menghilang.
Fenomena ini terjadi karena perbedaan antara bidang rotasi bumi (ekuator) dan bidang revolusi bumi (ekliptika).
Jika cuaca mendung, Anda bisa mulai mengamati lima menit sebelum atau sesudah waktu yang ditentukan, karena bayangan akan kembali muncul setelah waktu tersebut.
Supriyadi, Prakirawan BMKG Kalbar-Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio menjelaskan pada Sabtu, 21 September 2024 kondisi cuaca diprakirakan dominan berawan. Namun beberapa wilayah berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan terutama pada saat malam hari.
"Dari pagi hingga sore hari kami prakirakan cuaca dominan berawan. Namun untuk sore hingga malam terdapat potensi hujan di sebagian wilayah Kalbar. Hujan yang terjadi dalat disertai angin kencang, guntur petir dan dampak lainnya yang ditimbulkan seperti genangan atau banjir yang dapat terjadi sebagian Kabupaten Sambas," jelasnya Jumat (20/9).
Dia mengimbau masyarakat untuk waspada penurunan potensi hujan mampu meningkatkan potensi kemudahan terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
"Adapun indeks kebakaran hutan dan lahan untuk esok dan lusa untuk sebagian wilayah masih dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar," jelasnya.
Sementara itu pada 20 hingga 23 September 2024 prakiraan gelombang signifikan.
Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 8 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat tanggal 19 September 2024 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 20 September 2024 Pukul 06.00 WIB Terdapat suhu udara ekstrem.
Suhu udara tertinggi yaitu 36.0°C terjadi di Kapuas Hulu Suhu udara rata-rata berkisar 27.2°C hingga 29.0°C. Sementara suhu udara terendah adalah 23.0°C di Sintang.
Tidak terpantau terjadi hujan di lokasi pengamatan. Kriteria hari tanpa hujan termasuk kategori sangat pendek (1-5 hari) hingga pendek (6 -10 hari). Tidak terdapat kejadian angin kencang.
Kecepatan angin tertinggi yaitu 16 knot di Sambas. Arah angin dominan dari arah Timur - Barat. Tidak erdapat jarak pandang kurang dari 1000 meter. (mrd)
Editor : Miftahul Khair