SINGKAWANG - Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Harisson meninjau Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Singkawang dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kabupaten Mempawah, Jumat (27/9).
Dalam kunjungan tersebut, dia meninjau infrastruktur dan lingkungan sekolah serta menyapa siswa sekaligus memberikan motivasi kepada mereka dalam menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.
"Kemarin saya meresmikan gedung Icon Convention Hall Singkawang, hari ini saya perjalanan pulang singgah di SMA Negeri 2 Singkawang dan SMA Negeri 1 Mempawah. Saya ingin memastikan bahwa beasiswa yang sudah dianggarkan oleh pemerintah provinsi itu benar-benar sampai dan anak-anak sekolah di SMA dan SMK Negeri maupun di SLB itu sudah tidak lagi ditarik iuran ini itu," ungkap Pj Gubernur Kalbar.
Dia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah menganggarkan sekitar Rp169 miliar per tahun untuk membiayai atau dengan istilah beasiswa bagi siswa SMA dan SMK Negeri maupun SLB sehingga tidak lagi ada pungutan biaya bulanan dari sekolah.
"Satu siswa SMA/SMK itu kita beri Rp100 ribu perbulan, kalau yang SLB itu Rp200 ribu perbulan dan tadi sudah kita lihat bahwa di dua sekolah ini memang dana itu sudah masuk dan sudah dipergunakan oleh sekolah secara baik dan tidak ada anak-anak yang ditarik iuran ini itu lagi. Ini semua dalam rangka kita meningkatkan akses masyarakat terhadap sekolah dan dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat”, terangnya.
Kunjungan Harisson ke SMA Negeri 2 Singkawang dan SMA Negeri 1 Mempawah ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan memastikan penyaluran beasiswa yang tepat sasaran dan menghapuskan pungutan iuran sekolah, diharapkan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat dapat meningkat.
Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi muda Kalimantan Barat yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Melalui upaya ini, pemerintah provinsi optimis dapat mendorong peningkatan IPM di Kalimantan Barat secara signifikan.(mse/r)
Editor : A'an