MADINAH - Rombongan jemaah umrah PT Muzdalifah Tour & Travel Kalimantan Barat periode umrah 13 hari yang berangkat tanggal 24 September 2024 baru saja menyelesaikan perjalanan 5 hari yang penuh makna di Madinah, Senin (30/9).
Selanjutnya pukul 14.00 bertolak ke Makkah untuk melaksanakan puncak ibadah umrah. Sebelum sampai di Makkah, jemaah dibawa ke Bir Ali. Nama Bir Ali begitu akrab di telinga jemaah haji Indonesia, terutama jemaah yang singgah lebih dulu di Madinah, sebelum menunaikan ibadah umrah dan haji di Kota Makkah.Kawasan ini memiliki nama asli Zulhulaifah. Lokasi ini menjadi miqat makani atau batas tempat memulai ibadah umrah dan haji (berihram) bagi para jemaah yang berangkat dari arah Madinah, termasuk jemaah haji Indonesia yang terbang ke Tanah Suci.
Nah, di Zulhulaifah ini ada sebuah masjid yang menjadi tempat jemaah haji atau umrah melakukan salat sunah dua rakaat dan berniat ihram. Masjid tersebut bernama Masjid Miqat Zulhulaifah atau Masjid Asy-Syajarah, letaknya di tepi jalan raya Madinah-Makkah, sekitar 11 km dari Masjid Nabawi. Jemaah haji Indonesia sering menyebutnya dengan Masjid Bir Ali.
Rasa haru bercampur sedih menyelimuti jemaah. Sebentar lagi akan berada di tanah suci, namun sedih harus meninggalkan Kota Madinah. "Sedih rasanya meninggalkan kota Madinah. Semoga bisa datang lagi kesini," ujar Maila, salah satu jemaah.
Selama di Madinah, jemaah seakan mengobati rindunya kepada Rasulullah SAW di momen bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Tangis harus menyelimuti sebagian besar jemaah karena tak menyangka dapat ziarah langsung ke makam Nabi Muhammad SAW. Mereka memunajadkan segala doa di Raudhah, dan berada di dekat Mihrab Nabi Muhammad SAW.
"Saya senang, yang dirindukan selama ini bisa terwujud. Saya bisa menikmati ibadah langsung ke Masjid Nabawi, Masjid Awan, ke raudhah," uajr Saida Alimin, seoranh jemaah umrah darI PT Muzdalifah.
Jemaah juga diajak ziarah ke Jabal Uhud, Masjid Quba, dan kebun kurma. Ini menjadi momen yang menyentuh hati para jemaah. Ikut merasakan perjuangan Nabi Muhammad juga para sahabat yang menjadi syuhada. Jemaah PT Muzalifah juga merasakan kunjungan ke kebun kurma di malam hari. Mereka merasakan keseruan berbelanja kurma dan oleh-oleh. Di kebun Kurma Majed itu, jemaah juga mengikuti tausiah singkat dari Ustaz Atoillah diselingi dengan kuis berhadiah menambah kebahagiaan jemaah. Acara di kebun kurma ditutup dengan hidangan khas Arab Saudi, Nasi Mandhi, yang dinikmati bersama dalam satu nampan semakin mempererat silaturahmi. Di Madinah, jemaah juga memaksimalkan ibadah, menikmati kekhusyukan berdoa di Raudhah dan memperbanyak shalat sunnah. (mrd)
Editor : A'an