Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Midji Bakal Terus Perjuangkan Kapuas III, Salah Satu Komitmen Gubernur di Periode Kedua

A'an • Kamis, 3 Oktober 2024 | 08:54 WIB
TINJAU : Sutarmidji saat meninjau progres Jembatan Sungai Sambas Besar, 18 Mei 2023 lalu. Setelah jembatan tersebut, yang akan selesai akhir tahun ini.
TINJAU : Sutarmidji saat meninjau progres Jembatan Sungai Sambas Besar, 18 Mei 2023 lalu. Setelah jembatan tersebut, yang akan selesai akhir tahun ini.

PONTIANAK - Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji memastikan akan terus memperjuangkan pembangunan Jembatan Kapuas III, jika terpilih kembali sebagai gubernur Kalbar di periode kedua nanti. Perjuangan mewujudkan jembatan yang menghubungkan wilayah Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya ke Wajok, Kabupaten Mempawah itu, telah dilakukan di periode pertama kepemimpinannya, dan telah sampai pada tahap Feasibility Study (FS), dan Detail Engineering Design (DED).

“Jembatan Kapuas III adalah salah satu obsesi saya saat menjabat sebagai gubernur. Alhamdulillah, FS, dan DED yang saya minta kepada Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) di hadapan presiden (Jokowi) saat kunjungannya melihat banjir Sintang sudah selesai,” ungkap Midji-sapaan karibnya, Rabu (2/10).

Gubernur Kalbar periode 2018-2023 itu menceritakan, permintaan untuk dilakukan FS, dan DED Jembatan Kapuas III, ia sampaikan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau banjir di Kabupaten Sintang, pada 8 Desember 2021. Kemudian setelah berproses sekitar satu tahun lebih, akhirnya Kementerian PUPR mengeluarkan Disposisi Menteri PUPR No.Agenda 2118/IM/23 tertanggal 12 Juli 2023.

Besar harapannya proses pembangunan jembatan yang dapat mengurai kemacetan di ibukota provinsi Kalbar, dan terkoneksi dengan trase outer ring road Pontianak, dan Kubu Raya itu, terus berlanjut. “Saya bertekad untuk mewujudkan proyek ini (Jembatan Kapuas III) dengan dana APBN (pusat), karena jembatan ini sangat penting untuk pembangunan tol, jalan lingkar luar, dan kanal lingkar luar di (kabupaten) Kubu Raya,” ujarnya.

Dari data teknis perencanaan Jembatan Kapuas III, selain menghubungkan dua wilayah yang terpisah oleh Sungai Kapuas, keberadaan jembatan tersebut juga bisa menjadi landmark baru di Kalbar.

Jembatan yang dibangun dengan tipe cable stayed itu mengadopsi desain pylon berbentuk gelang simpai. Yakni gelang khas Kalimantan yang langsung dianyam di tangan orang yang ingin memakainya. Gelang simpai biasanya dibuatkan oleh Balian (ketua adat dayak yang biasa memimpin upacara/aruh adat dayak), dan melambangkan persaudaraan, serta simbol keberanian.

Jembatan tersebut direncanakan memiliki panjang total 5,975 kilometer. Yang menghubungkanDesa Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya, dengan Desa Wajok, Kabupaten Mempawah. Kemudian lebar jembatan 26 meter, panjang bentang (main span) 250 meter, panjang bentang (side span) 2 x 131,75 meter, dan panjang bentang (approach span) 19 x 40,8 meter (sisi jeruju besar), 18 x 40,8 meter dan 2 x 30,8 meter (sisi wajok).

Sedangkan tipe lajur lalu lintasnya 4/2 T, tinggi pylon dari muka air normal 117,8 meter, clearance vertikal dari muka air banjir 42 meter, dan clearance horizontal 200 meter. Adapun estimasipekerjaan mega proyek tersebut bakal menelan anggaran hingga Rp2,8 triliun lebih. Yang terdiri dari beberapa divisi pekerjaan, mulai dari umum, drainase, pekerjaan tanah dan geosintetik, perkerasan aspal, struktur, dan lainnya, termasuk bangunan parkir, dan tangga.

Seperti diketahui keberadaan Jembatan Kapuas III diproyeksikan bakal menjadi solusi konkret terhadap permasalahan kemacetan di wilayah Kota Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya. Selain juga berfungsi untuk pengembangan kawasan, dan menumbuhkan pusat-pusat (sentra) ekonomi baru.

Jembatan Kapuas III, juga sekaligus dapat mendukung keberadaan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Mempawah, seperti Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). Sekaligus mendukung rencana pembangunan jalan bebas hambatan (tol) Pontianak-Singkawang. Yakni dalam rangka meningkatkan konektivitas, dan aksesibilitas kawasan di provinsi ini. Mampu Wujudkan Jembatan Sungai Sambas Besar.

Terpisah, Anggota DPRD Kalbar, daerah pemilihan (dapil) Sambas, Prabasa Anantatur menilai, lima tahun kepemimpinan Sutarmidji sebagai gubernur telah menunjukan sejumlah keberhasilan pembangunan di segala sektor. Baik di Kalbar secara umum, maupun di Kabupaten Sambas secara khusus. Salah satunya pembangunan infrastruktur jalan, hingga telah menunaikan janji pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar yang menghubungkan Kecamatan Tekarang dengan Tebas.

Prabasa menyebut, Sutarmidji pada periode pertama telah memberikan bukti sejumlah capai pembangun. Termasuk pembangun jalan, dan jembatan Sungai Sambas Besar yang menjadi dambaan masyarakat Kabupaten Sambas. Mimpi selama puluhan tahun tersebut, akhirnya mampu diwujudkan di masa kepemimpinan Sutarmidji. “Itu usulan beliau Pak Sutarmidji kepada Pak Presiden Jokowi pada saat (kampanye) periode kedua,” ungkap mantan Wakil Bupati Sambas itu.

Prabasa bercerita, saat masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019, Jokowi sempat melaksanakan kampanye terbuka di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya. Ada beberapa poin yang diminati Sutarmidji saat itu sebagai salah satu dewan pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin. Salah satunya pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar.

Yang ide itu, Sutarmidji dapatkan dari menyerap aspirasi masyarakat Sambas. Lalu kepiawaian Sutarmidji berkomunikasi dengan presiden, menurut Prabasa yang akhirnya dapat membawa kado bahagia itu untuk masyarakat Sambas. Dimana akhir tahun ini, Jembatan Sungai Sambas Besar ditargetkan telah selesai dibangun. “Alhamdulillah hari ini jembatan Sungai Sambas Besar telah terwujud,” ungkapnya. (bar)

Editor : A'an
#Jembatan Kapuas III #kalbar #sutarmidji