Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kalbar Peringati World Walking Day 2024, Harisson Imbau Masyarakat Rajin Jalan Kaki

Miftahul Khair • Senin, 7 Oktober 2024 | 11:23 WIB

JALAN : Pj Gubernur Harisson bersama para pejabat di lingkungan Pemprov Kalbar berjalan kaki dalam acara World Walking Day 2024, Minggu (6/10). 
JALAN : Pj Gubernur Harisson bersama para pejabat di lingkungan Pemprov Kalbar berjalan kaki dalam acara World Walking Day 2024, Minggu (6/10). 


PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson didampingi Pj Ketua TP-PKK Kalbar yang juga Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar Windy Prihastari mengikuti Car Free Day (CFD) bersama masyarakat dalam acara World Walking Day 2024 Provinsi Kalbar yang dipusatkan di Halaman Dekranasda Kalbar, Minggu (6/10).

Harisson mengungkapkan, peringatan World Walking Day 2024 dilaksanakan serentak se-Indonesia, sementara peringatan se-Dunia telah dilaksanakan pada minggu pertama bulan Oktober.

World Walking Day sendiri kata dia, digelar dalam rangka membuat masyarakat terus sehat. Sehingga ia mengimbau, tak hanya di momen tersebut, prilaku hidup sehat bisa terus dibudayakan oleh masyarakat Kalbar. "Jadi di RSUD Soedarso, dan beberapa rumah sakit di daerah, kasus yang paling tinggi itu adalah kasus stroke, menjadi penyebab kematian tertinggi. Kemudian penyakit diabetes, dan penyakit kanker, membuat pembiayaan yang besar sekali untuk menanggulangi penyakit tersebut," ungkapnya.

Penyakit-penyakit tersebut lanjut dia, bisa diturunkan dengan cara mengubah gaya hidup. Yakni dengan rajin berolahraga, menerapkan pola makan yang baik, serta menghindari stres. Untuk berolahraga ia menganjurkan setiap orang minimal mau berjalan kaki selama 30 hingga 45 menit.

"Di negara-negara maju itu masyarakatnya semua jalan kaki, tidak seperti di negara kita kalau mau ke kantor, ke pasar, bahkan lokasi yang dekat menggunakan sepeda motor. Nah hal ini perlu diubah, dan dengan difasilitasi pemerintah seperti yang ada sekarang dengan adanya trotoar yang telah, dan harus diperluas sehingga memudahkan masyarakat untuk berjalan kaki," harapnya.

Ke depan ia pun berharap trotoar bagi pejalan kaki di Kota Pontianak, dan kota-kota lainnya se-Kalbar bisa terus diperluas. Dengan demikian masyarakat akan merasa nyaman untuk berjalan kaki di trotoar yang ada.

"Dengan adanya trotoar yang bagus, dan luas, penghijauannya juga bagus, pastinya masyarakat bisa berjalan kaki ke kantor, masyarakat kita jadi sehat semua. Di samping itu adanya program kita, Haiti Zero Net Emission, jadi kendaraan-kendaraan yang BBM-nya menggunakan segala macam itu dikurangi, dengan cara masyarakat banyak yang berjalan kaki," pesannya.

Di akhir arahannya, Harisson mendoakan agar semua masyarakat di Kalbar yang gemar berolahraga dapat meningkatkan kualitas kesehatan tubuh. "Jadi bapak/ibu yang gemar ikut senam, jalan kaki, berkumpul bersama dan happy. Dengan 30 menit sehari berjalan kaki akan membawa badan kita sehat, bugar, gembira luar biasa, dan jangan lupa hal ini dalam rangka upaya kita menurunkan angka penyakit seperti stroke, diabetes, hipertensi, dan kanker yang sekarang angkanya paling tinggi di Kalbar," pungkasnya.

Seperti diketahui, World Walking Day atau Hari Jalan Kaki Sedunia, merupakan salah satu cara sederhana, dan menyenangkan untuk tetap aktif secara fisik. Serta merayakan olahraga untuk semua dalam rangka melawan krisis global akibat kurangnya aktivitas fisik. Sekaligus sebagai wahana untuk mempromosikan kesehatan lewat olahraga sederhana. Seperti berjalan kaki, yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa memandang usia atau status sosial.

Melalui momen Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-41 tahun 2024, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar juga memandang perlu diterbitkannya Surat Edaran (SE) Gubernur tentang Pembudayaan Olahraga Masyarakat, dan Peningkatan Aktivitas Kebugaran Masyarakat di Provinsi Kalbar. Dimana hal itu, sejalan dengan Gerakan Masyarakat, Kalbar Bergerak, Kalbar Bugar, Ayo Olahraga yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kegemaran berolahraga.

Yakni dengan memanfaatkan ruang terbuka sebagai sarana olahraga bagi masyarakat, mendeteksi tingkat kebugaran masyarakat secara berkala, dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berolahraga. Melalui organisasi-organisasi wanita olahraga, seperti Perwosi, Kalbar dan PKK Kormi, serta organisasi perempuan lintas bidang lainnya.

Berdasarkan Laporan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) tahun 2023 yang dirilis oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, Provinsi Kalbar mendapat capaian Sport Development Indeks (SDI) sebesar 0,451 persen, dan berada pada peringkat dua nasional. Untuk itu Pemprov Kalbar terus berkomitmen memasyarakatkan olahraga, dan membangun budaya hidup sehat. (bar/r)

Editor : Miftahul Khair
#kalbar #World Walking Day 2024