SOTONG pangkong adalah makanan khas Pontianak yang memiliki cita rasa unik. Sotong pangkong selalu menjadi incaran di bulan Ramadan di kota Khatulistiwa. Meski sebenarnya tersedia sepanjang tahun, kuliner unik ini cenderung jarang dijual pada hari-hari biasa. Namun, ketika memasuki bulan puasa, sotong (cumi) pangkong menjadi populer dan mudah ditemukan di berbagai sudut kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Sotong pangkong sendiri berbahan dasar sotong kering yang disajikan dengan cara yang unik. Dimana sebelum disajikan, sotong kering terlebih dahulu dibakar, kemudian setelah matang, sotong dipukul-pukul menggunakan palu agar teksturnya menjadi lebih lunak dan gurih saat dimakan. Proses pemukulan inilah menjadi alasan mengapa hidangan ini disebut pangkong. Dalam bahasa Melayu Pontianak, pangkong berarti memukul.
Wati, salah satu pedagang sotong pangkong mengatakan, ia sudah 14 tahun berbisnis kuliner sotong pangkong. “Dari dulu sotong pangkong ini sudah ada. Saya sudah 14 tahun berjualan dan memang saya beli sotong yang sudah dikeringkan.
Cara masaknya dibakar baru kemudian dipukul (dipangkong) pakai palu. Supaya saat dimakan lebih lembut, makannya pakai sambal kacang atau bisa juga pakai sambal pedas manis,” jelas Wati.
Pada hari-hari biasa, penjual sotong pangkong cenderung jarang. Akan tetapi saat bulan puasa, pedagang sotong pangkong mudah ditemukan. Wati menjadi satu-satunya pedagang sotong pangkong yang membuka lapak setiap hari di kawasan Jalan Merdeka, Pontianak.
Wati mengatakan, jika pada hari-hari biasa, kadang ramai pembeli, tak jarang juga sepi. Namun, pada saat bulan puasa, lapak sotong pangkong miliknya selalu ramai pengunjng.
“Kalau hari-hari biasa seperti ini, kadang ramai kadang sepi. Tapi kalau bulan puasa tempat saya tidak pernah sepi, ramai terus. Bisa dapat jutaan,” ungkapnya.
Promosi kuliner ini juga terus dilakukan pemerintah. Salah satunya di acara Kalbar Food Festival yang digelar di Halaman Ayani Megamall Pontianak, pada 17- 25 Februari 2024. Pada acara itu ada event menarik yakni memangkong sotong yang diikuti sekitar 570 orang sehingga tercatat di rekor Muri (Museum Rekor Indonesia).
Terkait dengan pemecahan Rekor MURI Sotong Pangkong Kalbar, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Harisson berharap hal tersebut bisa lebih mengenalkan kuliner khas Kalbar di mata nasional dan dunia, di mana tidak hanya sotong pangkong, tetapi masih banyak kuliner khas Kalbar yang memiliki potensi dan dijamin keenakannya, dalam mendukung perkembangan wisarta kuliner di Kalbar.
"Jadi, bagi masyarakat luar, jangan ragu untuk berwisata di Kalbar, karena pariwisata kami sangat lengkap, mulai dari wisata alam, budaya, religi sampai wisata kuliner dan sebagainya, dipastikan memiliki ciri khas tersendiri dan akan membuat kesan bagi setiap yang berkunjung," kata Harisson. (qud/ant/mgg)
Editor : A'an