Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harisson Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Capai 8 Persen

A'an • Kamis, 17 Oktober 2024 | 09:43 WIB

 

ECONOMIC FORUM: Harisson membuka agenda Kapuas Economic Forum (KEF) Tahun 2024 di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (16/10).
ECONOMIC FORUM: Harisson membuka agenda Kapuas Economic Forum (KEF) Tahun 2024 di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (16/10).

PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson membuka agenda Kapuas Economic Forum (KEF) Tahun 2024 di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (16/10).

Dalam kesempatan tersebut, Harisson mengatakan bahwa angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalbar sebesar 4,76 pada kuartal kedua tahun 2024. “Pertumbuhan ekonomi Kalbar ini masih di bawah angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,05. Ini menjadi tantangan bagi kita semua, karena Presiden terpilih menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%,” kata Pj. Gubernur.

Dirinya optimis angka pertumbuhan ekonomi saat ini 4,76 bisa dicapai sesuai target nasional yang ditetapkan oleh Presiden terpilih. “Target pertumbuhan ekonomi dicapai di daerah-daerah, bukan tidak mungkin, saya yakin bisa, salah satunya dengan mempermudah investasi di Kalbar. Kalbar ini wilayahnya luas dan SDM-nya melimpah, maka dari itu banyak sekali investor yang mau berinvestasi di Kalbar,” ujarnya.

Selanjutnya, Harisson meminta Bupati/Wali Kota se-Kalbar untuk dapat berdiskusi terkait mempermudah izin investasi maupun hambatan agar mendapatkan solusi yang konkret.

“Karena kita diminta mempermudah investasi, dan saya minta diskusikan apa yang menjadi hambatan agar investasi di Kalbar jauh meningkat,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat, N.A. Anggini Sari, menjelaskan bahwa Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2024 berada dalam kisaran 4,7 hingga 5,5 persen, dengan perkiraan optimis pada angka 5 persen. 

“Demi mendorong pencapaian itu, berbagai langkah perlu terus diperkuat, baik dari sisi permintaan maupun penawaran, khususnya pada sektor-sektor dengan potensi besar dalam penyerapan tenaga kerja dan nilai tambah yang tinggi,” jelasnya.

Wilayah Kalimantan Barat, lanjut dia, setelah mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat larangan ekspor bauksit mentah pada tahun 2023, perekonomian di wilayah ini menunjukkan pemulihan yang positif pada tahun 2024. 

“Perwakilan Bank Indonesia Kalbar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kalbar akan berada pada kisaran 4,6 hingga 5,4 persen di sepanjang tahun ini. Peningkatan ekonomi Kalbar ini didorong oleh investasi serta konsumsi rumah tangga, seiring dengan membaiknya kinerja sektor-sektor usaha utama di wilayah ini, termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan yang mengalami peningkatan didukung oleh penambahan pabrik CPO serta harga jual yang lebih tinggi,” tutupnya. (mse/r)

 

Editor : A'an
#harisson #Kapuas Economic Forum