PONTIANAK - Sebanyak 33.074 penari jepin massal berhasil memecahkan rekor MURI dalam kategori jumlah penari jepin terbanyak, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-253 Kota Pontianak. Acara yang digelar di Jalan Ahmad Yani Pontianak, Minggu (20/10) pagi itu mendapat apresiasi dari Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson.
Puluhan ribu peserta yang tumpah ruah di sepanjang Jalan Ahmad Yani mulai dari depan Polda Kalbar hingga persimpangan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama ini berhasil mencatatkan rekor MURI. Hal ini ditandai dengan diserahkannya piagam dan medali oleh Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri. Hadir juga Pj Ketua TP PKK, Windy Prihastari Harisson.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Penjabat Wali Kota Pontianak dan seluruh masyarakat Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, hari ini kita bersama-sama sudah berhasil memecahkan rekor MURI Tari Jepin Massal, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pontianak,” ucap Harisson.
Ia menilai, pemecahan rekor tari jepin massal ini tak sekadar hiburan bagi masyarakat tetapi juga sebagai bentuk nyata bahwa pemerintah hadir dalam menjaga dan melestarikan adat budaya Melayu yang lekat di Kota Pontianak.
“Pemecahan rekor ini sebenarnya di samping mengajak masyarakat untuk bergembira bersama, juga dalam rangka melestarikan budaya melayu,” katanya.
Ia juga menyambut baik gelaran yang meriah ini karena dinilai dapat meredakan suasana menyambut pesta demokrasi yang sedang berlangsung yang puncaknya akan dilaksanakan pada akhir November mendatang.
“Mudah-mudahan menjelang pilkada, masyarakat tetap aman, tentram, damai, tertib dan bergembira. Jadi sedikit meredakan masyarakat juga yang beberapa waktu belakang ini diserbu oleh informasi-informasi terkait politik praktis,” tambahnya.
Pj Gubernur Harisson juga turut mendorong kepada seluruh pemerintah daerah yang ada di Kalbar untuk turut aktif dalam menggelar event di daerahnya serta mendaftarkan event-event tersebut kepada Kementerian pariwisata untuk ditetapkan menjadi event nasional.
“Kami (Pemprov Kalbar) sangat mendorong semua kabupaten kota (yang ada di Kalbar) untuk mengangkat budaya dan event masing-masing. Jadi diusulkan melalui Disporapar dan selanjutnya diusulkan kepada Karisma Event Nusantara (KEN). Nah, nanti dari Kementerian Pariwisata RI akan melakukan kurasi. Apabila event ini layak untuk terus dikembangkan dan dilestarikan maka akan diterima dan ditetapkan. Akan ada bantuan, termasuk pendanaan dalam melaksanakan kegiatan dan event yang ada di Kalbar tersebut,” paparnya.
Di tempat yang sama, Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofyan mengucap syukur karena event Tari Jepin Massal ini berjalan lancar.
“Kami mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, kita dihadiahi MURI sebagai peserta terbanyak Tari Jepin Massal yang dilakukan di sepanjang jalan A. Yani bersama seluruh warga Pontianak yang hadir. Ini juga tak terlepas dari dukungan pak Pj Gubernur dan Kadisporapar Provinsi Kalbar,” ungkap Ani Sofyan.
Ia juga menyebutkan bahwa dengan persiapan yang relatif singkat, namun kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik atas keterlibatan semua pihak.
“Kita melihat ini berhasil juga karena didukung masyarakat. Jadi, untuk panjang jalan 4,4 km. Kemudian untuk peserta yang mendaftar 33 ribu peserta, namun ada juga masyarakat yang ikut tapi tak mendaftar. Kegiatan ini persiapannya tak lama, mulai dari dua minggu yang lalu, kita sampaikan ke masyarakat, masyarakat antusias dan mendukung. Alhamdulillah, kita juga imbau masyarakat untuk menggunakan pakaian Melayu,” jelasnya.(mse/r)
Editor : A'an