TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tanjungpura mengadakan kegiatan transfer teknologi dan transfer knowledge dengan mitra SMP Negeri 4 Pontianak, Kamis (12/9/2024).
Anggota tim merupakan gabungan dari 3 Program Studi, yakni Ulli Kadaria, ST., MT dari Program Studi Teknik Lingkungan, Ratih Rahmahwati, ST., MT dari Program Studi Teknik Lingkungan, dan Asriah Nurdini, S.Si, M.Pd., Ph.D dari Program Studi Pendidikan Biologi. Selain itu, tim juga dibantu oleh mahasiswa atas nama Dzakira Aljahra dan Nella Karlina dari Program Studi Teknik Industri.
Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan nomor kontrak: 057/E5/PG.02.00/PM.BATCH.2/2024. Mitra pada kegiatan PKM ini adalah SMP Negeri 4 yang merupakan salah satu sekolah Adiwiyata di Kalimantan Barat.
Sekolah Adiwiyata di sini merujuk pada sekolah yang telah menerapkan sistem dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Tujuan program Adiwiyata pada sekolah-sekolah ini adalah untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup.
Berbagai kegiatan Adiwiyata telah dilakukan oleh SMP Negeri 4 Pontianak, seperti kebersihan sekolah, sanitasi dan drainase, upaya konservasi energi melalui kegiatan himbauan hemat energi, serta pelaksanaan konservasi air.
Pada kegiatan PKM, Tim PKM memberikan bantuan hibah berupa mesin pencacah sampah organik, 1 set komposting, alat dan bahan ecoprinting, serta alat untuk membuat ecobricks.
Sampah organik yang dihasilkan dari tanaman di sekitar sekolah memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi kompos. Sampah organik dicacah dengan mesin pencacah dan kemudian dilakukan proses komposting. Untuk sampah anorganik seperti botol minuman plastik, dilakukan proses pembuatan ecobricks.
Selain itu, dilakukan juga pelatihan cara membuat kompos dari hasil limbah organik hasil mesin pencacah, pelatihan membuat ecobricks, dan pelatihan ecoprinting. Hasil pelatihan pembuatan ecobricks dapat dimanfaatkan menjadi tempat duduk.
Pelatihan ecoprinting dilakukan dengan menggunakan media kain dan totebag. Peserta kegiatan melibatkan guru dan siswa dengan harapan dapat menjadi peluang wirausaha bagi civitas akademika khususnya dan sekolah pada umumnya.
Kepala sekolah SMPN 4 Pontianak, Bapak Subarjono, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada DRTPM Kemdikbudristek melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPKM) Universitas Tanjungpura dan Tim PKM atas terselenggaranya transfer Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) berupa bantuan hibah dan pelatihan penggunaan mesin pencacah organik serta pembuatan kompos, ecoprinting, dan ecobricks.
Menurutnya, pendampingan dan pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik sangat baik dalam upaya mewujudkan SMPN 4 Pontianak menjadi sekolah Adiwiyata yang lebih baik. “Dengan demikian, kami berharap melalui kegiatan ini, para siswa dapat menjaga kelestarian lingkungan, terutama di daerah tepian Sungai Kapuas,” tutupnya. (ser/*)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro