PONTIANAK – Pelaksana tugas Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak M Yamin memastikan buah-buahan baik jenis lokal dan impor yang beredar di pasar tradisional dan moderen tak mengandung zat berbahaya. Demikian disampaikannya setelah mendapatkan hasil uji laboratorium terhadap kesemua buah belum lama ini.
“Saya sudah melakukan pengecekan terhadap buah impor yang didatangkan dari luar ke Kota Pontianak. Saya pastikan semua buah itu tak mengandung formalin dan zat berbahaya lainya. Semua aman untuk dikonsumsi,” ujar Yamin, Senin (21/10).
Dari hasil pengecekan terhadap buah-buahan impor ke semua tidak mengandung formalin. Pengecekan tersebut dilakukan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat yang mempertanyakan salah satu buah impor meski tak dimasukkan ke lemari pendingin, namun buah tersebut tidak mengalami pembusukan.
Dijelaskan dia, kejadian itu bisa terjadi dikarenakan dalam proses pengiriman buah hingga sampai ke Kota Pontianak dilakukan dengan cepat. Dengan begitu, buah tersebut tidak berlama-lama dalam proses pengirimannya.
Begitu pula hasil kemasan buahnya, semua berstandar lengkap dengan perizinannya. Tetapi kata dia untuk beberapa buah impor memang terdapat lilin dan itu dipastikan aman jika dikonsumsi oleh konsumen. Karena fungsi utama lapisan lilin pada buah untuk melindungi buah dari lingkungan sekitar. Lapisan ini berfungsi sebagai perisai buat melindungi buah dari debu, kotoran, serangga serta gangguan lainya. Dengan begitu buah tetap bersih dan bebas dari kerusakan fisik.
Penggunaan lilin untuk melapisi produk agar lebih awet. Tetapi dia pastikan ini aman jika dimakan dan dikonsumsi oleh manusia.
Selain buah-buahan impor, Yamin juga melihat bahwa hasil buah lokal yang di jual di pasar Kota Pontianak sebetulnya tak kalah kualitasnya. Soal rasa juga tak kalah. Harganya malahan lebih murah ketimbang buah impor. Terutama saat buah lokal tengah musim panen.
Ketika musim panen buah lokal terjadi, kebanyakan masyarakat Kota Pontianak mengkonsumsi buah lokalan. Namun ketika buah-buah ini tak masuk musim panen, maka sebagian masyarakat memilih untuk membeli buah-buahan impor.
Dia malah berharap, ke depan buah lokal Pontianak pengelolaan packingannya bisa sama seperti buah impor. Dengan begitu, buah lokal Pontianak ke depan juga bisa dikirim ke berbagai daerah. Termasuk ke luar negeri. Dengan begitu, ke depan buah lokal Pontianak juga bisa naik kelas. (iza)
Editor : Miftahul Khair