PONTIANAK - Kanwil Kemenag Kalbar dan IAIN Pontianak bersinergi menggelar expo dan seminar kemandirian pondok pesantren dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional, 22-23 Oktober 2024.
Kakanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, menuturkan Kemandirian Pondok Pesantren merupakan salah satu dari tujuh program prioritas Kementerian Agama.
Hari Santri Nasional merupakan momen yang tepat untuk merefleksikan perjuangan para santri, sekaligus pembuktian akselerasi kemandirian pondok pesantren. Ia juga terkagum-kagum dengan kemandirian pondok pesantren di Kalimantan Barat.
Menurut Muhajirin, segala upaya kerja keras Kemenag dalam melakukan program kemandirian pondok pesantren ini sudah memberikan hasil yang optimal.
"Saya beberapa kali kunjungan ke Pondok Pesantren. Pada momen Hari Kesaktian Pancasila lalu, kami menggelar upacara di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Meranti I Kabupaten Kubu Raya. Di tengah hutan, santri cukup banyak. Kondisi pondok pesantrennya bersih. Praktek pelaksanaan transaksi tidak lagi pakai uang kertas, tapi pakai aplikasi. Bahkan ada bank mininya. Ada juga unit usaha madu kelulut," cerita Muhajirin Yanis.
Kakanwil terus memberikan dukungan kemandirian pondok pesantren. "Saya minta DWP bekerjasama dengan pondok pesantren. Membantu menjual produk-produk pesantren sebagai cenderamata," tambahnya.
Muhajirin Yanis berpendapat, expo ini sebagai bentuk pengumuman kepada publik, Inilah kami pondok pesantren yang sudah bisa mandiri, berkat bantuan inkusi dari pemerintah.
"Kami yakin, program kemandirian pondok pesantren ini akan berhasil," ujar Muhajirin optimis.
Kegiatan Expo dan Seminar Kemandirian Pondok Pesantren ini secara resmi dibuka oleh Rektor IAIN Pontianak, Syarif didampingi Kakanwil Kemenag Kalbar ditandai dengan pemotongan pita di area expo.
Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Syahrun, MM menerangkan, jumlah peserta expo sebanyak 14 pondok pesantren dan 16 UMKM yang mengikuti ekspo kemandirian pondok pesantren. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 22-23 Oktober 2024.
"Tahun depan, diharapkan bisa lebih banyak pesantren yang berpartisipasi," jelasnya.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Kalbar, Salbia Muhajirin, mengapresiasi program kemandirian pondok pesantren yang ditampilkan melalui Expo dan Seminar Kemandirian Pondok Pesantren di IAIN Pontianak. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional.
Expo dan bazar yang digelar di lingkungan IAIN Pontianak menampilkan berbagai produk hasil kemandirian pesantren, sebagai bentuk akselerasi program kemandirian yang menjadi salah satu dari tujuh prioritas Kementerian Agama.
Salbia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan momen refleksi perjuangan santri serta pembuktian keberhasilan pondok pesantren dalam menciptakan kemandirian ekonomi.
"DWP Kanwil Kemenag Kalbar aktif mendukung upaya ini, termasuk dengan membantu mempromosikan produk-produk pesantren sebagai cenderamata. Ia menyampaikan bahwa expo ini adalah bentuk pengumuman kepada publik bahwa pondok pesantren di Kalbar kini mampu berdiri sendiri dengan dukungan inkubasi dari pemerintah," pungkasnya. (mrd)
Editor : Miftahul Khair