SAAT menginjakkan kaki di Museum Kalimantan Barat, Anda akan seperti kembali melangkah mundur ke masa lalu. Menyusuri perjalanan panjang peradaban manusia yang hidup pada ribuan tahun yang lalu.
Perjalanan ini membawa Anda untuk lebih dekat dengan kekayaan budaya dan sejarah di Kalimantan Barat. Berbagai artefak bersejarah dan benda budaya yang di pamerkan menjadi saksi bisu dari kehidupan masyarakat Dayak, Melayu dan Tionghoa serta etnis lain yang mendiami wilayah ini.
Saat memasuki pintu utama, pengunjung langsung disambut oleh deretan artefak prasejarah. Di sini Anda bisa membayangkan kehidupan manusia purba yang memanfaatkan alam untuk bertahan hidup. Terdapat koleksi-koleksi antik mulai dari dari pakaian adat, perhiasan tradisional hingga pakaian bangsawan.
Melangkah lebih jauh ke dalam musium, kita akan menemukan replika rumah pada zaman dahulu yang begitu sederhana serta terdapat patung-patung kecil yang mempunyai ciri khasnya sendiri. Selain itu terdapat pula pakaian pengantin adat Melayu yang penuh dengan aksesoris tradisional lengkap dengan dekorasi tempat yang sangat menggambarkan adat Melayu.
Salah satu bagian paling menarik adalah koleksi peninggalan-peninggalan kerajaan seperti pedang kerajaan, baju kerajaan serta hiasannya. Tidak hanya itu terdapat pula mata uang pada zaman dahulu yang berbentuk koin hingga kertas besar. Tak kalah menarik saat melihat kain-kain batik dengan motif yang indah.
Selama hampir dua jam menyusuri museum, kita dapat merasakan bagaimana sejarah bukan hanya benda-benda mati, tetapi tentang perjalanan manusia yang penuh dengan rintangan, inovasi dan perjuangan.
Museum Kalimantan Barat dengan segala kekayaan koleksinya, mengajak kita untuk lebih memahami asal usul dan identitas bangsa serta menghargai perjuangan para pendahulu. Bagi siapapun yang ingin merasakan pengalaman menyusuri waktu dan mendalami warisan budaya yang kaya, musium ini adalah tempat yang tepat.
Setiap sudut ruangan menyimpan cerita nya sendiri dan setiap artefak menjadi pengingat bahwa kita adalah bagian dari sejarah yang panjang dan berharga. (mel/mgg)
Editor : A'an