PONTIANAK - Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental semakin meningkat, termasuk pada generasi "sandwich" yang dihadapkan pada tekanan ganda, yakni merawat orang tua sembari mendukung keluarga inti. Menyadari pentingnya dukungan bagi kelompok ini, Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Kalimantan Barat mengadakan Talkshow Kesehatan Mental di Aula Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar, Minggu (27/10).
Ketua PW Salimah Kalbar, Dwi Nugraheni, mengatakan bahwa talkshow ini bertujuan menyediakan ruang bagi peserta untuk berbagi ilmu dan strategi dalam menjaga kesehatan mental. “Kita harus bersama-sama berjuang untuk memberikan solusi yang seluas-luasnya,” tutur Dwi.
Ia menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental masyarakat. Melalui acara ini, Salimah Kalbar berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan menemukan cara-cara untuk mendukung satu sama lain, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan sehat.
Kakanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan talkshow kesehatan mental ini. Dirinya mengingatkan bahwa kolaborasi dan sinergi antar organisasi sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial saat ini.
“Kita menghadapi tantangan besar, mulai dari kasus perceraian hingga masalah stunting. Jika kita bekerjasama, insyaallah semua tantangan ini bisa kita atasi,” ungkap Muhajirin. Ia menambahkan bahwa berdasarkan data, terdapat sekitar 4.000 kasus perceraian setiap tahun di Kalimantan Barat, dengan konflik berkepanjangan sebagai salah satu pemicunya. “Harapannya, Salimah dapat berperan aktif dalam mendampingi keluarga dan memberikan solusi atas permasalahan ini,” ungkap Muhajirin Yanis.
Kakanwil juga menggarisbawahi pentingnya dukungan bagi generasi sandwich agar mereka mampu menjalani peran ganda dengan lebih baik.
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental serta memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Salimah, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an dan doa. Setelah sambutan dari Ketua PW Salimah Kalbar, Kakanwil Kemenag Kalbar secara resmi membuka acara dan memberikan cenderamata kepada para pemateri. Talkshow kemudian berlangsung dengan antusiasme peserta hingga acara ditutup dengan doa bersama.
Hadir dua pemateri, yakni psikolog Vidyastuti, dan praktisi kesehatan Midyarina, yang membahas pentingnya kesehatan mental dan tantangan sosial bagi generasi sandwich. Talkshow tersebut juga diikuti oleh berbagai organisasi perempuan dan komunitas, antara lain Wanita Islam, Forhati, Muslimat NU, Fatayat NU, Muslimat Mathla'ul Anwar, Aisyiyah, AIMI Kalbar, Miss Hijab Kalbar, Duta Pendidikan, Duta Anti Narkoba, Rohis SMA/SMK, serta mahasiswa UNTAN dan UMP. (sti/mrd)
Editor : A'an