PONTIANAK – Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemantauan lahan kosong sebagai antisipasi kejadian kebakaran lahan yang bisa terjadi kapan pun saat keadaan cuaca tengah terik panas. Dia minta BPBD Pontianak sigap terhadap laporan kejadian kebakaran lahan yang bisa terjadi ketika musim kemarau tiba.
“Sudah lebih dari seminggu Pontianak tidak hujan. Akibatnya, kemarin terjadi kebakaran lahan tak jauh dari rumah warga di Gang Damai 2, Kecamatan Pontianak Selatan. Dalam upaya pemadaman api, Pemkot Pontianak juga dibantu teman-teman dari damkar swasta,” ujar Ani Sofian kepada Pontianak Post, Senin (28/10).
Dalam upaya pemadaman kemarin, Pemkot Pontianak bersama damkar swasta berupaya melakukan pemadaman api. Tujuannya, agar api tidak semakin dekat dengan pemukiman rumah warga.
Apalagi di daerah tersebut lahan kosongnya merupakan tanah gambut. Ketika terjadi terik panas, kemudian ada kebakaran lahan, jika tidak ditangani cepat akan sulit melakukan pemadamannya.
Dia mengimbau kepada warga Pontianak untuk tetap waspada dan berhati-hati menjaga rumah dan lahan masing-masing. Untuk sementara ini dimintanya jangan membakar sampah di lahan yang mudah terbakar.
Selain antisipasi kebakaran lahan, dia juga mewanti-wanti masyarakat untuk mengecek listrik rumah ketika keluar. Ketika terjadi musibah kebakaran warga juga diminta untuk cepat melaporkan pada petugas damkar terdekat.
Salah satu warga Gang Damai Dua, Kecamatan Pontianak Selatan, Ira mengatakan kejadian kebakaran lahan itu terjadi pada siang hari. Tepat saat cuaca tengah terik panas.
Rumahnya sendiri memang tak jauh dari lokasi lahan yang terbakar itu. Dampaknya cukup terasa. Sebab selain asap, hasil dari dedaunan kering yang terbakar masuk sampai ke rumah.
“Untung saja kejadian tersebut bisa ditangani dengan cepat. Warga juga ikut membantu melakukan pemadaman api. Namun untuk lahan gambut ini perlu diwaspadai. Sebab ketika api di atas telah padam, besar kemungkinan masih menyisakan bara api di dalamnya. Ini yang biasanya terjadi. Mudah-mudahan saja hujan bisa turun, sehingga bara api di bawah lahan gambut bisa padam,” tutupnya.(iza)
Editor : A'an