PONTIANAK - Cuaca panas yang melanda wilayah Kalbar dalam beberapa hari terakhir akibat Siklon Tropis Kong-Rey masih kuat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar ingatkan masyarakat untuk waspada terhadap rendahnya potensi hujan dan peningkatan suhu udara yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan pantauan BMKG Kalbar Senin (28/10) pagi, Siklon Tropis Kong-Rey masih kuat sehingga potensi hujan di Kalbar masih rendah. Cuaca panas ini merata di wilayah Kalbar. Hujan lokal tampak ada di sebagian Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Sekadau, Ketapang dan Sanggau.
Fitri, Prakirawan BMKG- Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio ingatkan masyarakat untuk waspada terhadap rendahnya potensi hujan dan peningkatan suhu udara yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
"Untuk kebakaran hutan dan lahan harus diwaspadai pada tanggal 29 Oktober sampai dengan 1 November 2024 karena disebagain besar wilayah Kalbar masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar," katanya, Senin (28/10)
Fitri mengatakan berdasarkan prakiraan angin di lapisan 3000 kaki, untuk wilayah Kalbar angin dominan bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 22 knot. Hari ini, Selasa (29/10) cuaca diprakirakan dominan berawan. Tetapi terdapat beberapa wilayah yang terjadi hujan intensitas ringan hingga sedang khususnya pada malam hingga dini hari.
"Waspadai hujan yang terjadi berpotensi disertai guntur, kilat dan angin kencang berdurasi singkat," ulasnya.
Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 8 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tanggal 27 Oktober 2024 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 28 Oktober 2024 Pukul 06.00 WIB terdapat suhu udara ekstrem.
Suhu udara tertinggi yaitu 35,8 derajat celcius terjadi di Kota Pontianak. Suhu udara rata-rata berkisar 28,1 derajat celcius hingga 29,6 derajat celcius. Sementara suhu udara terendah adalah 23,7 derajat celcius di Melawi.
Kondisi cuaca terpantau cerah berawan di sebagian besar wilayah, Kriteria hari tanpa hujan termasuk kategori sangat pendek (1 - 5 hari) hingga pendek (6 - 10 hari). Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 16 knot di Sambas. Arah angin dominan dari arah Timur hingga Barat.Tidak terdapat jarak pandang ekstrem. (mrd)
Editor : A'an