Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ternyata Indonesia Tempati Peringkat Ketiga Jumlah Penderita Diabetes Tak Terdiagnosis, Para Ahli Tekankan Hal Ini!

Miftahul Khair • Selasa, 12 November 2024 | 18:52 WIB
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka kampanye #Hands4Diabetes dalam rangka World Diabetes Day yang digelar oleh Tropicana Slim di Pendopo Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (10/11).
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka kampanye #Hands4Diabetes dalam rangka World Diabetes Day yang digelar oleh Tropicana Slim di Pendopo Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (10/11).

PONTIANAK - Data International Diabetes Federation pada tahun 2021 menunjukkan bahwa Indonesia kini menempati peringkat ketiga dalam jumlah penderita diabetes yang tidak terdiagnosis.

Hal itu diungkapkan oleh Em Yunir selaku Staff Divisi Metabolik-Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM pada kegiatan kampanye #Hands4Diabetes dalam rangka World Diabetes Day yang digelar oleh Tropicana Slim, Minggu (10/11).

Data Survey Kesehatan Indonesia 2023 mengungkapkan, penyakit tidak menular (PTM), termasuk diabetes, menyumbang hingga 72% dari total kematian di Indonesia. Selain itu, adanya peningkatan prevalensi diabetes antara tahun 2018 hingga 2023 semakin mempertegas pentingnya langkah preventif dan upaya deteksi dini.

“Kondisi ini memperparah krisis kesehatan karena diabetes merupakan ‘ibu’ dari berbagai penyakit komplikasi lainnya yang tidak dapat disembuhkan, terlebih lagi diabetes kini kerap menyerang kelompok usia yang lebih muda,” kata Em Yunir.

Ia mengingatkan masyarakat harus segera menyadari pentingnya deteksi dini dan upaya menjalankan pola hidup sehat sedini mungkin. World Health Organization (WHO) merekomendasikan batas harian konsumsi gula sebesar 25 gram atau setara dengan dua sendok makan.

“Sayangnya, jumlah ini kerap terlampaui karena masih banyak orang Indonesia yang sering mengonsumsi makanan dan minuman manis,” katanya.

Data Survei Kesehatan Indonesia di tahun 2023 menunjukkan bahwa 47,5 % orang Indonesia mengonsumsi minuman manis minimal 1 kali per hari. Mereka yang mengonsumsi minuman manis tinggi gula 1-2 saji per hari, berisiko 26% lebih besar terkena diabetes. Belum lagi dengan ancaman obesitas dan penumpukan lemak yang dihadapi oleh mereka yang sering mengonsumsi makanan atau minuman manis, dimana kegemukan juga menjadi faktor risiko diabetes tipe 2.

“Oleh karena itu, menjaga asupan gula sebagai bagian dari pola makan sehat sangatlah penting untuk menekan risiko diabetes dan untuk penderita diabetes, salah satunya dengan memilih alternatif pemanis rendah kalori,” katanya.

dr. Rudy Kurniawan Sp.PD, MM, MARS, Dip.TH, FRSPH, pendiri Komunitas Sobat Diabet juga menekankan pentingnya menjaga kualitas hidup, baik bagi yang sehat, maupun yang sudah terkena diabetes. ”Pastikan kita memiliki berat badan yang ideal,” katanya.

Data menunjukkan bahwa dengan mengurangi berat badan sebanyak 1 kilogram, dapat menurunkan risiko diabetes hingga 16% pada mereka yang memiliki berat badan berlebih dan kondisi prediabetes. Selain itu, batasi juga asupan gula, garam, dan lemak, serta kontrol asupan kalori yang masuk sebagai bagian dari pola makan sehat untuk menghindari risiko kegemukan dan diabetes.

“Jangan lupa juga untuk lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari,” katanya.

Kampanye #Hands4Diabetes dalam rangka World Diabetes Day juga digelar di Kota Pontianak. Kegiatan tersebut diisi dengan senam bersama, dilengkapi dengan Talkshow bersama Dokter Gustafianza sekaligus demo healthy cooking didukung oleh MODENA dan Om Jack.id, untuk menambah edukasi kepada para peserta terkait pola hidup yang sehat melalui teknik masak yang sehat juga.

Noviana Halim selaku Brand Manager Tropicana Slim mengatakan Selama 50 tahun, Tropicana Slim terus berinovasi menghadirkan rangkaian produk yang bisa mendukung gaya hidup sehat masyarakat, dengan rasa yang tetap enak. Produk kami dirancang khusus agar aman bagi diabetesi maupun mereka yang ingin menjaga kesehatan.

“Tropicana Slim juga melakukan berbagai inisiatif dan program untuk mendukung dan meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat, termasuk melalui kampanye #Hands4Diabetes ini,” katanya.

Ia mengatakan Program kampanye #Hands4Diabetes diselenggarakan di 41 kota di seluruh Indonesia dan melibatkan berbagai komunitas dan organisasi kesehatan, dengan rangkaian acara meliputi fun walk, senam sehat, edukasi kesehatan bersama dokter, hingga pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendukung deteksi dini diabetes. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#diabetes #pola hidup sehat #Tak terdiagnosis #deteksi dini