PONTIANAK - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanannya, Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Pendapatan Daerah (UPT PPD) Pontianak Wilayah I gelar Forum Konsultasi Publik, di Cafe Satu Perdua Kopitiam pada Selasa (12/11).
Kepala UPT PDD Pontianak Wilayah I, Edy Gunawan saat diwawancarai menjelaskan pihaknya memang berkomitmen dalam penyediaan dan menciptakan layanan inklusif. Sasaran kegiatan adalah peningkatan layanan inklusif ramah kelompok rentan agar bisa mendapatkan layanan yang prima sehingga menciptakan lingkungan yang lebih adil dan dapat diakses oleh semua orang.
"Kita ingin mendapatkan masukan untuk perbaikan kedepannya dan kita harapkan bisa diimplementasikan ditahun 2025," ucap Edy Gunawan.
Forum Konsultasi Publik ini diharapkannya dapat masukan dan saran dari pihak-pihak yang mempunyai kepentingan sehingga para penyandang disabilitas dan kaum rentan bisa mendapatkan layanan prima.
Ia menambahkan memang dari sarana dan prasana sudah tersedia serta kebijakan dan aturan juga tersedia, cuma perlu analisis serta asesmen terhadap kawan-kawan penyandang disabilitas yang kebutuhannya berbeda-beda.
"Jadi layanan publik ini memang harus menyesuaikan dengan kebutuhan kawan-kawan disabilitas," ujarnya.
Sementara dari Dr Indah Listyaningrum yang merupakan akademisi Universitas Tanjungpura sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh UPT PPD Pontianak Wilayah I yang langsung mengajak penyandang disabilitas dalam meminta masukan untuk peningkatan layanan publik.
"Ini memang harus dilakukan bahkan untuk setiap instansi agar tercipta pelayanan publik yang inklusi," ucap Dr. Indah Listyaningrum.
Ia menegaskan layanan publik memang harus berdasarkan asesmen dan itulah pentingnya forum konsultasi publik agar didapat masukan-masukan yang benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya forum konsultasi publik yang diselenggarakan oleh UPT PDD Pontianak Wilayah I ini harus jadi contoh praktek baik bagi instansi lainnya.
Ia juga menilai UPT PDD Pontianak Wilayah I sudah mempunyai komitmen dalam memberikan layanan publik yang inklusi tapi memang banyak tantangan dalam mewujudkannya.
"Mudah-mudahkan dengan kolaborasi semua pihak bisa mensukseskan dan menciptakan layanan publik yang inklusi tak terkecuali juga bidang pendidikan, kesehatan serta instansi lain," pungkasnya. (*/r)
Editor : Miftahul Khair