Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pontianak 6 Kali Banjir Selama 2024, Pengamat Sebut Infrastruktur dan Kurangnya Data Jadi Masalah Utama

Miftahul Khair • Jumat, 15 November 2024 | 13:30 WIB
Banjir merendam sebagian wilayah Kota Pontianak pada Jumat (15/11).
Banjir merendam sebagian wilayah Kota Pontianak pada Jumat (15/11).

PONTIANAK - Deman Huri, Pengamat Lingkungan Kota Pontianak mengatakan kondisi yang terjadi bukan lagi genangan tetapi banjir.

Bahkan ia mencatat sepanjang 2024 ini, sudah 6 kali banjir. Menurutnya, ini ada kesalahan dari pembangunan kota yang tidak melihat sebuah landscape.

"Selama 2024 ini belum ada problem solving jelas pemerintah Kota tahun 2024 sudah 6 kali banjir," jelasnya.

Berdasarkan pengamatannya, beberapa kali terjadi banjir di sejumlah ruas jalan di saat Sungai Kapuas dalam keadaan surut

"Ini bukan genangan tapi banjir," tegasnya.

Pemerintah, lanjut dia justru mengurangi fungsi-fungsi parit. Ia mencontohkan pada proses betonisasi yang di lakukan, pemerintah mengurangi lebar parit satu meteran, sementara kedalaman parit tidak dilakukan.

Selain itu, lanjut dia penurunan jembatan antara Jalan Sepakat 1 ke Jalan Sepakat 2, Jalan Parit H. Husin (Paris) 2 ke Parit H. Husin (Paris) 1 di jalan Ahmad yani. "Ini menghambat air keluar,"paparnya.

Deman Huri berpendapat, untuk jangka pendek pemerintah daerah harus menyiapkan mesin pompa air untuk mengeluarkan air ke saluran utama.

Kedua merestorasi parit-parit yang sudah rusak dan sengaja di rusak. Ketiga pemerintah harus responsip melakukan minimal pendataan berapa rumah yang terdampak banjir, selokan yang tutup Dan data-data lainya.

"Cuma selama ini tak pernah dilakukan. Padahal banyak warga kota terdampak. Bagaimana mau bertindak jangka panjang setiap banjir tak pernah di data," katanya. (mrd)

Editor : Miftahul Khair
#pontianak #banjir