Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mentan Optimis Kalbar Jadi Lumbung Pangan Nasional

A'an • Jumat, 22 November 2024 | 09:55 WIB

 

RAKOR: Mentan Andi Amran foto bersama jajaran Forkopimda Kalbar usai Rakor Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat Kalbar di Balai Petitih, Kantor Gubernur, Kamis (21/11).
RAKOR: Mentan Andi Amran foto bersama jajaran Forkopimda Kalbar usai Rakor Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat Kalbar di Balai Petitih, Kantor Gubernur, Kamis (21/11).

Apresiasi Pj Gubernur yang Mendorong Optimasi Lahan

PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat Kalbar di Balai Petitih, Kantor Gubernur, Kamis (21/11) siang. Rakor tersebut digelar setelah peninjauan optimasi lahan dan cetak sawah rakyat di Desa Singaraja, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas di pagi harinya. 

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Harisson mengapresiasi kedatangan Andi Amran di awal kepemimpinannya kembali sebagai Mentan RI. Menurutnya, program optimasi lahan dan cetak sawah baru merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

Dengan adanya program tersebut, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar berkomitmen untuk terus berupaya mengoptimalkan lahan yang ada guna meningkatkan produktivitas serta membuka lahan pertanian baru.

“Hal ini sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara mandiri dan berdaulat dalam bidang pangan. Mewujudkan bidang ini tidaklah mudah, namun dengan semangat gotong-royong dan dukungan dari seluruh pihak, saya yakin kita mampu mengatasi segala hambatan," katanya. 

Harisson menjelaskan, pada tahun anggaran 2024 telah dilakukan perluasan areal tanam melalui program optimasi lahan rawa di Kalbar. Total luasnya mencapai 39.153 hektare dan tersebar di 12 kabupaten/kota. Kemudian, sampai 19 November 2024, progres realisasi konstruksi fisik kegiatan optimasi lahan rawa di Kalbar mencapai 88,30 persen dan akan selesai sebelum akhir tahun anggaran 2024. 

“Dari target kegiatan optimasi lahan di Kalbar seluas 39.153 hektare, hingga saat ini sudah memberikan dampak terhadap Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui pertambahan Indeks Pertanaman (IP). Ini tertuang pada laporan perluasan areal tanam Kementerian Pertanian sesuai dengan SK Menteri Pertanian tanggal 18 November 2024, yang mana Kalbar menduduki peringkat dua secara nasional dengan capaian seluas 112.396 hektare atau 105,67 persen dari target 106,362 hektare yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian," pungkasnya. 

Sementara itu, Mentan RI Andi Amran merespons positif realisasi program yang dijalankan oleh Pemprov Kalbar. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Kalbar mampu menjadi eksportir pangan di Indonesia. Menurutnya, ada potensi besar untuk mencapai surplus yaitu dengan mengoptimalisasi 240 ribu hektare lahan yang ditanam sebanyak tiga kali, kemudian tambahan padi gogo 300 ribu hektare yang akan didampingi pangdam dan danrem beserta jajaran. Sedangkan untuk tanaman jagung dan ubi, pengelolaannya akan didampingi oleh Kapolda dan Kapolres se-Kalbar. 

Selain Padi, Mentan Andi Amran juga memuji keberhasilan Kalbar dalam mengembangkan hortikultura, khususnya jeruk. "Saya sangat menikmati jeruk Pontianak. Dulu, kami perjuangkan agar jeruk Pontianak bisa dikenal luas dan sekarang hasilnya mulai terlihat, bahkan sudah diekspor," katanya.

Keberhasilan itu, menurut Andi, memerlukan sinergitas lintas sektor, termasuk dukungan dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat lokal. Ia pun optimistis Kalbar bisa menjadi lumbung pangan nasional dan menjadi pusat ekspor sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Dengan gotong-royong dan koordinasi yang baik, tidak ada yang tidak mungkin. Kalbar memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi kekuatan pangan global. Jadi tujuh tahun yang lalu shortage (kekurangan) dan sekarang sudah swasembada, dan akan melompat surplus. Jika ini tercapai maka kita bisa berkontribusi ekspor kepada negara-negara tetangga yang terdekat khususnya Malaysia, dan mudah-mudahan ke depannya bisa berlanjut. Hal ini telah dikoordinir oleh Bapak Pj Gubernur dan kami yakin bahwa target ini bisa dicapai," tutupnya.(bar/r)

Editor : A'an
#Andi Amran #rakor #mentan