PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson membuka Hospital Exhibition Tahun 2024 yang digelar di Pontianak Convention Center (PCC), Kamis (21/11).
Kegiatan yang mengangkat tema, Inovasi Kesehatan Masa Depan: Menciptakan Solusi Medis yang Lebih Baik itu digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso dan Hari Kesehatan Nasional ke-60 Tahun 2024.
"Harapan saya nanti di Rumah Sakit (RS) tenaga kesehatan dapat melihat produk terbaru dari peralatan kesehatan (alkes), atau alat bahan kesehatan yang dipamerkan," ungkap Harisson dalam sambutannya.
Menurut Harisson, berjalannya waktu, sebenarnya alkes semakin hari akan semakin canggih. Bahkan cenderung nantinya dokter-dokter bisa melakukan operasi secara jarak jauh dengan digitalisasi.
"Tapi yang perlu saya tekankan dengan canggihnya alat-alat ini, yang paling utama adalah mutu pelayanan kepada pasien, dalam hal ini tenaga pelayanan kesehatan untuk pasien. Mereka harus benar-benar memberikan pelayan prima yang fokus kepada kebutuhan pasien," pesannya.
Karena dikatakan Harisson, setiap pasien yang datang ke RS, butuh ada rasa kepedulian, dah rasa menghormati dari tenaga kesehatan yang melayani. Kemudian pelayanan yang diberikan penuh dengan rasa kegembiraan.
"Juga sebenarnya kalau memang pelayanan kita bermutu, pasien itu mendapatkan pelayanan lebih dari yang mereka harapkan. Itu yang harus dibuat, komitmen antara direktur dengan para petugas kesehatan yang ada di rumah sakit. Bagaimana meningkatkan pelayanan kepada pasien," ujarnya.
Di tempat yang sama, Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjahyadi menjelaskan, dalam Hospital Exhibition Tahun 2024 ada sebanyak 36 stand, dan 12 RS se-Kalbar yang mengikuti pameran. Kemudian selebihnya diisi perusahan alkes, farmasi, laboratorium dan beberapa perusahan pendukung lainnya.
"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini teman-teman RS daerah, RS TNI/Polri serta masyarakat mendapatkan banyak informasi tentang perkembangan teknologi terkini, dan bisa saling bersilahturami, berbagi dalam hal manajemen RS," katanya.
Selain itu juga digelar seminar nasional, yang mengangkat topik tentang tata kelola RS. Seperti bagaimana mengelola RS sehingga bisa mengatur tata kelola organisasi, dan klinis dengan baik.
"Mudah-mudahan dengan ini, mutu kualitas pelayanan RS di Kalbar semkain baik bagi masyarakat Kalbar," pungkasnya. (bar)
Editor : A'an