Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Windy Prihastari Terus Komitmen Tekan Angka Stunting di Kalbar

A'an • Senin, 25 November 2024 | 10:46 WIB
GOTA: Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari Harisson saat meninjau Posyandu Mutiara Ibu, Dusun Parit Mayor, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Jumat (22/11).
GOTA: Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari Harisson saat meninjau Posyandu Mutiara Ibu, Dusun Parit Mayor, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Jumat (22/11).

SUNGAI RAYA - Menuju Indonesia Emas Tahun 2045, Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen dalam mengupayakan generasi emas Kalbar terbebas dari stunting (zero stunting).

Pejabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalbar, Windy Prihastari Harisson beserta jajarannya melakukan aksi nyata dengan menjadi orang tua asuh (Gerakan Orang Tua Asuh/GOTA) bagi lima anak stunting di Posyandu Mutiara Ibu, Dusun Parit Mayor, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (22/11).

Aksi nyata tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Provinsi Kalbar. Sebagaimana diketahui, Provinsi Kalbar mampu menurunkan angka stunting sebesar 7,2 persen yang awalnya sebesar 27,8 pada tahun 2022 menjadi 20,6 persen di tahun 2023.

Dengan capaian tersebut, Kalbar mengungguli provinsi lain di Indonesia hingga menduduki posisi terbaik kedua secara nasional dalam percepatan penurunan stunting tertinggi.

Windy menyebutkan bersama jajarannya dan seluruh stakeholder akan terus memantau tumbuh kembang lima anak stunting yang berada di Posyandu Mutiara Ibu hingga dinyatakan bebas dari stunting.

"Seperti biasa, kami (TP-PKK) akan mendampingi mereka selama tiga bulan dalam pola asuh khususnya pemberian makanan bergizi dan tentunya dibantu oleh kader posyandu setempat dan puskesmas setempat," kata Windy saat di wawancarai.

Windy kembali menjelaskan bahwa ada tiga komponen utama pada makanan yang wajib diberikan kepada anak untuk mencegah stunting.

"Salah satunya karbohidrat yakni bubur nasi kemudian protein hewani seperti ikan, udang, daging, telur dan lain-lain. Terakhir lemak yang didapat dari minyak goreng, margarin dan santan," jelasnya.

Dirinya menekankan kembali akan terus berupaya untuk menurunkan angka stunting dan berupaya terus agar Posyandu Mutiara Ibu bebas dari anak stunting, maka dari itu diperlukan bantuan dari seluruh stakeholder.

"Untuk itu kami perlu bantuan dari masyarakat, kader posyandu, TP-PKK setempat beserta puskesmas setempat untuk memantau lima anak stunting yang ada di Posyandu Mutiara Ibu," imbuh Windy.

Tak hanya mengedukasi, Windy beserta jajarannya turut memberikan bantuan berupa bahan pokok untuk anak stunting di Posyandu Mutiara Ibu tersebut.

Sementara itu, Ketua Posyandu Mutiara Ibu, Iin Purbasari, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan Pj. Ketua TP-PKK Kalbar dan mengatakan akan memantau tumbuh kembang anak stunting yang ada di posyandu tersebut.

"Kami senang sekali ibu Windy bisa melihat langsung posyandu kami dan kami para kader akan memantau perkembangan balita stunting selama sebulan sekali yang mencakup pengukuran tinggi badan dan berat badan serta adanya pemberian makanan tambahan," tutupnya. (mse/r)

Editor : A'an
#stunting #Indonesia Emas 2045 #Windy prihastari