PONTIANAK - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat Heronimus Hero, mengungkapkan bahwa harga komoditas sawit di provinsi ini terus mengalami kenaikan yang signifikan. Menurutnya, ada beberapa faktor yang berperan dalam peningkatan harga ini.
“Pertama, dari sisi hilirnya yang terus berkembang pesat dengan permintaan yang bagus, terutama untuk CPO (crude palm oil) yang harganya di tingkat dunia masih stabil. Hal ini tentu berdampak pada kenaikan harga TBS (tandan buah segar),” kata Heronimus.
Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendorong transformasi energi terbarukan, seperti pengembangan biodiesel B40 dan B50, turut mempercepat permintaan terhadap komoditas sawit. “Transformasi energi dari fosil ke energi sawit, khususnya biodiesel, tentu meningkatkan permintaan CPO, yang juga mendorong harga TBS naik,” tambahnya.
Dengan semakin baiknya hilirisasi industri kelapa sawit, permintaan komoditas ini semakin meningkat, yang berimbas positif pada harga TBS. Saat ini, harga TBS di Kalbar telah tembus di angka Rp3.000 per kg. Kenaikan harga ini membawa dampak positif, baik bagi pekebun yang mendapatkan keuntungan lebih dari penjualan TBS, maupun bagi perusahaan yang meski belum memiliki pabrik, tetapi tetap memiliki TBS.
Heronimus berharap agar kondisi ini dapat terus berlangsung dengan baik dan industri kelapa sawit di Kalbar dapat berkelanjutan, memberikan manfaat besar bagi perekonomian daerah.
Sementara itu, Tim Penetapan Indeks K dan Harga TBS Provinsi Kalbar yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan pekebun telah menetapkan harga TBS untuk periode IV November 2024.
Pada periode ini, harga TBS ditetapkan dengan perhitungan Indeks K sebesar 91,90%. Harga CPO untuk periode ini mencapai Rp14.815,76 per kg, sementara harga PK (Pome Kernel) sebesar Rp10.001,98 per kg. Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, terdapat kenaikan yang signifikan. Pada periode IV November 2023, tercatat harga CPO Rp11.148 per kg dan harga PK Rp5.067 per kg.
Sementara harga TBS periode IV November 2024 rata-rata sebesar Rp 3.217,08 per kg. Harga TBS tertinggi ditetapkan untuk umur kelapa sawit 10 hingga 20 tahun, yang mencapai Rp 3.391,15 per kg. Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, terdapat kenaikan yang signifikan. Pada periode IV November 2023, tercatat harga kelapa sawit 10 hingga 20 tahun sebesar Rp2.390 per kg.
Sebagai informasi, penetapan harga TBS dilakukan sebanyak empat kali dalam sebulan sesuai dengan ketentuan dalam Pergub 86 Tahun 2022. (sti)
Editor : A'an