Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Masih 366 Desa di Kalimantan Barat Belum Teraliri Listrik

A'an • Jumat, 13 Desember 2024 | 12:41 WIB
DITERANGI LILIN: Seorang warga Sukadana, menikmati makan malamnya dengan hanya diterangi lili lantaran kondisi listrik sedang padam, Selasa (28/11) malam lalu.
DITERANGI LILIN: Seorang warga Sukadana, menikmati makan malamnya dengan hanya diterangi lili lantaran kondisi listrik sedang padam, Selasa (28/11) malam lalu.

PONTIANAK – PLN UID Kalimantan Barat terus memperkuat sistem kelistrikan di wilayahnya, dengan daya mampu pembangkit listrik mencapai 616,7 MW, sementara beban puncak tercatat 527 MW.

“Kondisi sistem kelistrikan di Kalimantan Barat berada dalam posisi yang cukup baik. Artinya, kita memiliki cadangan daya listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan industri di Kalimantan Barat,” kata General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Joice Lanny Wantania saat pertemuan Multi-Stakeholder Forum Tahun 2024, pagi kemarin.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menggelar pertemuan Multi-Stakeholder Forum Tahun 2024, untuk memperkuat sinergi antara PLN dan berbagai pemangku kepentingan, guna mendorong transformasi energi bersih dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Acara ini menjadi ajang untuk menyampaikan pencapaian, tantangan, dan rencana masa depan terkait sistem kelistrikan serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di wilayah ini.

Joice mengatakan saat ini rasio elektrifikasi tercatat sebesar 94,23%, dengan target menyelesaikan 366 desa yang belum menikmati listrik PLN pada tahun 2028 melalui program listrik desa.

Joice juga menyatakan jika PLN berkomitmen mendukung transisi energi bersih melalui pengembangan EBT, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku pembangkit listrik biomassa.

Kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit untuk memanfaatkan limbah cair sawit (POME) dan biomassa lainnya menjadi langkah konkret dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung pencapaian target net zero emission 2060 yang telah dicanangkan pemerintah.

“Kebutuhan listrik terus bertumbuh seiring dengan peningkatan aktivitas perekonomian dan investasi di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, PLN terus berupaya menambah kapasitas pembangkit dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal serta memperkuat jaringan transmisi guna menjaga keandalan sistem kelistrikan,” terang Joice.

Sebagai informasi Kalimantan Barat sendiri memiliki potensi EBT yang sangat besar, antara lain potensi energi air (PLTA) sebesar 128 MW, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 152,9 MW, dan pembangkit listrik tenaga biomassa/biogas (PLTBio/PLTBm) sebesar 72 MW.

Sejumlah proyek EBT yang telah dan sedang dikerjakan di Kalimantan Barat juga dipaparkan, seperti PLTBg (SEC) 1 MW, PLTBm (Sumber Rezeki) 10 MW, dan proyek PLTBm Kuala Mandor yang sedang dalam tahap konstruksi dengan kapasitas 5 MW.

“Potensi ini adalah modal besar yang perlu dioptimalkan bersama. Namun, keberhasilan dalam pengembangan EBT tidak hanya bergantung pada teknologi semata, melainkan juga pada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, masyarakat, dan semua pihak yang terlibat,” kata Joice.

Joice menambahkan selain fokus pada pengembangan energi, PLN UID Kalimantan Barat juga berkomitmen terhadap penerapan sistem anti-penyuapan melalui prinsip 4 No’s (no bribery, no kickback, no gift, dan no luxurious hospitality), yang diwujudkan melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang bersertifikat ISO 37001.

“Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah disertifikasi sesuai standar ISO 37001. Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses bisnis dan layanan kepada pelanggan dilakukan secara transparan, bersih, dan berintegritas tinggi,” ungkap Joice.

Joice menyampaikan, melalui pertemuan itu PLN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan ekosistem energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Forum ini juga menjadi wadah bagi semua pihak untuk menyampaikan aspirasi, saran, dan masukan dalam mewujudkan masa depan energi bersih yang bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat.

“Dengan kolaborasi yang kuat, PLN optimis dapat mewujudkan transformasi energi bersih dan berkelanjutan yang tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat,” pungkas Joice. (mse)

Editor : A'an
#PLN UID Kalbar #listrik