PONTIANAK - Sudah sepekan ini harga daging ayam potong di pasar tradisional mengalami kenaikan. Meski begitu, dipastikan stok daging ayam potong untuk perayaan natal dan tahun baru tercukupi.
Andi, pedagang daging ayam potong di Pasar Flamboyan mengatakan kenaikan harga ayam potong ini sudah terjadi seminggu lalu. Saat ini untuk harga ayam besar Rp 28 ribu per kilogram. Sedangkan harga ayam kecil Rp 32 ribu per kilogram.
“Kalau stok tidak ada masalah, tercukupi,” ujar Andi kepada Pontianak Post, Rabu (18/12).
Lapak tempatnya berjualan, sehari saat ini bisa menghabiskan 250 sampai 300 ekor ayam. Mungkin jelang natal penjualan daging ayam bisa lebih dari ini. Sebab terdapat peningkatan pembelian daging ayam untuk saudara yang akan merayakan natal dan tahun baru.
Dia memastikan, untuk stok daging ayam potong tercukupi buat pelaksanaan natal dan tahun baru nanti. Kalaupun terdapat kenaikan harga, kemungkinan tak besar. Fenomena itu dianggapnya wajar. Sebab momentum perayaan hari besar agama. Naiknya kata dia juga tidak terlalu tinggi.
Meningkatnya penjualan daging ayam potong di pasar momentum hari raya merupakan berkah bagi para pedagang. Sebab momentum ini adalah momentum tahunan.
Dari sinilah, pedagang bisa mendapatkan untung sehingga hasil dari untung tersebut bisa disisih buat tabungan dan keperluan hari-hari. Dia berharap, peningkatan penjualan bahan pokok ini juga akan terus terjadi hingga di bulan yang akan datang.
Sebab kondisinya kini apa-apa mahal. Biaya hidup makin tinggi sehingga masyarakat berbelanja seadanya saja. Ditambah rencana pemerintah menaikkan PPN 12 persen dimungkinkan sedikit banyak juga akan berimbas pada geliat ekonomi di pasar tradisional.
Maulani, pembeli mengatakan, saat ini untuk belanja paling diutamakan kebutuhan pokok. Sebab untuk belanja kebutuhan sekunder agak berat. Itu dikarenakan biaya hidup makin tinggi.
“Mau pintar-pintar kita memanajemen uang. Sekarang sudah diirit pun, tapi tetap saja tak cukup,” ujarnya.
Mudah-mudahan ada kebijakan pemerintah ke depan yang mampu mengembalikan geliat ekonomi masyarakat. Seperti program-program dan kebijakan baru nanti, diharapkan turut berdampak pada perekonomian utamanya golongan menengah dan menengah ke bawah. “Seperti kami ini,” tutupnya.(iza)
Editor : A'an