PONTIANAK - Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak Emiliana mengatakan pembatalan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen ke 12 persen akan berdampak positif dengan pertumbuhan ekonomi ke depan. Utamanya sektor UMKM.
“Pembatalan kenaikan PPN 12 persen batal dan hanya dikenakan pada barang mewah. Ini berdampak positif bagi masyarakat. Utamanya golongan menengah dan menengah ke bawah. Sektor UMKM pun bisa bergeliat lagi,” ujarnya, Senin (6/1).
Dengan adanya pembatalan PPN 12 persen ini, diperkirakan dia geliat ekonomi akan bertumbuh. Daya beli masyarakat juga akan kembali meningkat. Dikatakan Emi, pascapandemi Covid-19 lalu, Indonesia memang masih membenahi sektor perekonomian.
Kejadian bangkrutnya perusahaan di Pulau Jawa sebetulnya menjadi beban pemerintah. Sebab akibat kejadian tersebut, banyak karyawan terpaksa dirumahkan. Kondisi ini menimbulkan masalah sosial baru, terutama peningkatan pengangguran.
Bagi masyarakat yang survive mereka bisa membuka usaha kecil. Sejauh ini, pertumbuhan UMKM termasuk di Kota Pontianak cukup tinggi. Adanya pembatalan PPN 12 persen ini sebetulnya juga menjadi jawaban baik dari pemerintah, sebab kondisi saat ini beratnya beban ekonomi masyarakat menengah dan menengah ke bawah adalah tantangannya.
Ketika daya beli masyarakat menurun, maka kelompok menengah dan menengah ke bawah ini yang bakal terimbas. Paling takut, jika kondisinya terjadi menyeluruh, maka akan berpengaruh pada kondisi ekonomi di Kota Pontianak.
Adanya pemasukan yang dihasilkan masyarakat, imbas UMK yang mengalami kenaikan meski tak banyak, merupakan angin segar buat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya hasil uang masyarakat bisa dibelanjakan meski di level UMKM.
Geliat belanja masyarakat di UMKM itu sebetulnya bisa dilihat, seperti hari liburan, di Jalan Letkol Sugiono, dimana banyak masyarakat usai berolahraga membeli produk UMKM yang dijual oleh para pedagang.
“Kondisi ini sebetulnya bagus. Sebab ada perputaran ekonomi disana. Para pedagang bisa hidup dari untung menjual produk UMKM nya. Paling banyak itu makanan dan minuman,” ujarnya.(iza)
Editor : A'an