Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Syarif Abdullah Alkadrie Desak Kemenhub Buka Lagi Jalur Udara Internasional

A'an • Senin, 13 Januari 2025 | 10:38 WIB

 

Anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat 1, Syarif Abdullah Alkadrie.
Anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat 1, Syarif Abdullah Alkadrie.

PONTIANAK POST - Anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat 1, Syarif Abdullah Alkadrie berharap tahun 2025 mendatang, perubahan status Bandara Supadio Pontianak dari label internasional menjadi nasional dapat dikaji Kembali Kemenhub RI. Status Bandar Udara Internasional sudah saatnya kembali dibuka untuk penerbangan ke negara-negara tetangga, yang lebih dekat jika harus dibandingkan terbang ke Jakarta terlebih dahulu.

"Saya pikir juga, sudah waktunya pempus memikirkan kembali membuka jalur penerbangan internasional di Supadio, Pontianak. Apalagi dalam tidak lama lagi, akan ada agenda tahunan yakni ibadah haji. Sudah saatnya Pontianak dengan Asrama Hajinya menjadi embarkasi bagi Jemaah Kalbar dan jemaah di pulau Kalimantan," katanya baru-baru ini di Pontianak.

Menurut dia sangat aneh dan lucu kebijakan jalur Udara bahwa akses penerbangan sekarang dari Bandar Udara Supadio Kalimantan Barat bahkan bisa langsung terbang ke Makassar, Semarang, Yogyakarta dan bahkan Bali. Sayangnya, Kalbar yang berdekatan dengan akses udaranya seperti ke Negeri Jiran Malaysia, dan Singapura tidak bisa terbang pulang pergi ke luar negeri. Ini karena dampak kebijakan pusat beberapa waktu lalu. "Sampai sekarang, kebijakan tersebut belum dicabut-cabut. Korbannya masyarakat Kalbar yang ingin bepergian keluar negeri," ucapnya.

Sebelumnya Bandara Supadio Pontianak ditengah Covid-19 mendera dunia, Kalimantan Barat justru jadi akses penghubung masyarakat ke Kuching, Kuala Lumpur, dan Singapura secara langsung. Dari Kota Pontianak, warga Kalbar dan luar Kalbar termasuk masyarakat negara tetangga, dapat keluar masuk ke Kalbar. Namun ketika proses penerbangan dihentikan dampak pandemi COVID-19, penerbangan harus berhenti sampai tahun 2025 ini. "Sudah cukup lama juga ini kekecewaan masyarakat Kalbar kepada Kemenhub. Harusnya dibuka," usulnya.

Politisi NasDem Kalbar ini sudah beberapa kali menyuarakan lewat rapat-rapat dengan Kemenhub maupun secara non formal. Sebab kebijakan penutupan jalur Udara internasional tersebut sesungguhnya sangat merugikan warga Kalbar.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson mengatakan seiring dengan tuntasnya pembangunan asrama haji di Kalbar, maka Menteri Perhubungan (Menhub) baru, Dudy Purwagandhi, bisa mengeluarkan kebijakan untuk membuka penerbangan internasional. Sehingga pada kemudian hari Kalbar bisa menjadi salah satu tempat embarkasi haji.

“Agar masyarakat kita tidak susah-susah terbang ke tempat lain baru ke tanah suci. Cukup di Pontianak, menginap di sini atau manasik melakukan pembekalan, lalu diberangkatkan ke tanah suci, jadi jauh lebih mudah cepat, dan nyaman,” pungkasnya.(den)

Editor : A'an
#syarif abdullah alkadrie #kemenhub #bandara supadio pontianak