Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tanam Pohon Serentak se-Indonesia, Upaya Rehabilitasi Lahan Kritis dan Mewujudkan Ketahanan Pangan

A'an • Selasa, 14 Januari 2025 | 15:53 WIB
Ratusan warga terlibat dalam aksi penanaman serentak yang dilaksanakan di Desa Kuala, Kecamatan Rasau Jaya, Kab. Kubu Raya. Aksi penanaman serentak ini, bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan.
Ratusan warga terlibat dalam aksi penanaman serentak yang dilaksanakan di Desa Kuala, Kecamatan Rasau Jaya, Kab. Kubu Raya. Aksi penanaman serentak ini, bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan.

PONTIANAK POST - Sebagai upaya menjaga kelestarian dan pemulihan kualitas hutan dan lahan, sebanyak 800 bibit jenis tanaman produktif non kayu ditanam secara serentak di atas lahan seluas 2 hektar Desa Kuala Dua, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (14/01/2025). Aksi penanaman ini juga untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, dan membantu perekonomian masyarakat.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kapuas Kalimantan Barat, Remran menyebut, bibit yang ditanam merupakan jenis buah-buahan yang nantinya akan menopang ketahanan pangan dan bermanfaat untuk ekonomi masyarakat, seperti langsat, matoa, kelengkeng, jengkol, petai dan lain sebagainya.

“Kegiatan hari ini merupakan penanaman pohon sentak yang dilakukan di 37 provinsi, dan dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk rehabilitasi hutan dan lahan secara massif yang bertujuan memulihkan hutan dan lahan kritis yang ada,” katanya.

Menurutnya, di Kalimantan Barat, luasan lahan kritis mencapai 753 ribu hektar yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Jumlah luasan lahan kritis tersebut, kata Remran, jauh mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, yang mencapai 950 ribu hektar.

“Jadi setiap dua tahun, kami melakukan evaluasi. Dan dari data tahun 2022, hingga saat ini jumlah luasan lahan kritis mengalami penurunan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Remran juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga kelestarian hutan dan berpartisipasi aktif dalam memulihkan kualitas hutan, demi tercapainya fungsi hutan sebagai sumber pangan, energi, dan air. Penamanan pohon serentak ini melibatkan berbagai seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah daerah, swasta, maupun kelompok tani.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya, Ya’ Suhartono, menyebut, pihaknya akan mendorong kelompok tani hutan untuk membentuk perhutanan sosial, salah satunya melalui skema hutan kemasyarakatan.

Menurutnya, upaya tersebut selain memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, juga sebagai upaya mengurangi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta mewujudkan asta cita Presiden Republik Indonesia, untuk mewujudkan ketahanan pangan yang bersumber dari kawasan hutan. (arf)

Editor : A'an
#Tanam Pohon Serentak #ketahanan pangan